Dewan Desak Pemda DIY Tuntaskan Kasus Klithih

Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin\\r\\n\\r\\n
11 Januari 2022 18:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY didesak menuntaskan persoalan kekerasan jalanan tanpa motif jelas yang melibatkan remaja atau lazim disebut kasus klithih. Harus ada langkah yang lebih serius demi memberikan citra aman bagi warga DIY maupun luar DIY yang berkunjung.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menjelaskan sejumlah penelitian terkait kekerasan jalanan yang melibatkan anak telah dilakukan oleh legislatif dan eksekutig. Dari hasil riset tersebut merekomendasikan untuk penanganan kekerasan jalanan, salah satunya melalui penerapan Perda Ketertiban. Ia berharap melalui penanganan yang lebih serius, kasus tersebut tidak berulang lagi, karena sudah banyak korban berjatuhan.

"Pemda DIY harus menuntaskan penanganan kejahatan anak dan remaja, memang perlu sinergi dengan berbagai pihak. Harus diungkap akar penyebabnya, kemudian melakukan edukasi bagi orang tua dan anak usia sekolah agar mengerti budi pekerti dan tidak lagi terlibat kejahatan," katanya Selasa (11/1/2022).

Ia menilai dengan penegakan hukum terhadap remaja pelaku kasus klithih agar dapat memberikan efek jera. Tetapi pemahaman hukum terhadap anak juga perlu diberikan. Agar anak mulai mengerti bahwa tindakan yang dilakukan termasuk pelanggaran yang bisa berdampak pada pidana.

"Pencegahan melalui edukasi ini harus dilakukan sejalan dengan penegakan hukum. Kami mendukung dengan penegakan hukum," ujarnya.

BACA JUGA: Relokasi PKL Malioboro, LBH Jogja Buka Posko Aduan

Terpisah Kepala Badan Kesbangpol DIY Dewo Isnu Broto menyatakan dalam waktu dekat ini lembaganya akan segera duduk bersama melibatkan berbagai elemen pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi dan masyarakat untuk mengurangi masalah kekerasan atau kerap disebut klithih. Ia sepakat bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari menyasar sekolah agar bahu membahu untuk meningkatkan kesadaran kepada anak supaya tidak melakukan kekerasan jalanan.

Dewo menyorot keberadaan tempat atau warung kecil yang kerap menjadi basis tongkrongan anak usia remaja. Dari berkumpul seringkali anak-anak kelompok ini kemudian melakukan tindakan kekerasan atau kasus klithih. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan pengawasan pada titik-titik lokasi nongkrong.

"Sehingga pemilik warung atau angkringan harus membantu juga, perlu kita berikan edukasi agar ketika ada sekelompok rombongan mencurigakan kemudian menginformasikan ke aparat agar bisa ditindaklanjuti. Karena kebanyakan diawali dari nongkrong, ini harus kita cegah bersama-sama," ucapnya.