Masuk 4 Besar di Open R4-2026, Arung Jeram Sleman Punya Modal Bagus
Tim arung jeram Sleman yang bermaterikan lima atlet muda berhasil masuk empat besar dalam Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Patuk, Gunungkidul.
Margokaton. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Nama Margokaton jadi buah perbincangan menyusul pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen di wilayah itu.
Margokaton merupakan sebuah desa atau yang sekarang disebut kalurahan di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Ikhwal pembayaran uang ganti kerugian lahan tol Jogja-Bawen itu memunculkan miliarder-miliarder baru di Margokaton setelah puluhan warga Margokaton menerima uang ganti rugi hingga miliaran rupiah.
Dalam sejarahnya, seperti dikutip dari web Kalurahan Margokaton, pada awalnya Kapanewon Seyegan yang dikepalai seorang Panewu (Camat), membawahi 15 kelurahan, yakni Watukarung, Gentan, Gerjen, Susukan, Planggok, Bokong, Ngino, Pete, Sompokan, Jomblangan, Cibuk, Barak, Klangkapan, Kadipiro, dan Kandangan.
Kemudian melalui Maklumat Kasultanan Yogyakarta No.5/1948, maka 15 kelurahan saling bergabung menjadi lima kelurahan definitif sampai saat ini, yaitu Margoluwih, Margodadi, Margokaton, Margomulyo dan Margoagung.
Berdasarkan saksi sejarah, awal mula Kalurahan Margokaton sebenarnya sudah ada sejak 1935 yang pada waktu itu berkantor di kediaman R. Sosroyuwono di Susukan, sekaligus sebagai Lurah pertama periode tahun 1935-1946.
Kalurahan Margokaton secara administrasi menempati area seluas 19,33% (515 Ha) dari luas Kapanewon Seyegan (26,63 Ha), dibagi menjadi 12 padukuhan, yaitu Susukan I, Susukan II, Susukan III, Somokaton, Ngaran, Planggok, Grajegan, Bolu, Nyamplung, Seyegan, Sonoharjo dan Bantula.
Letak Kalurahan Margokaton berada di daerah yang strategis dan berada di jalur jalan raya Jogja – Kebonagung dengan batas-batas wilayah Kapanewon Tempel dan Kapanewon Minggir. Secara umum, kondisi iklim di Kalurahan Margokaton berciri iklim tropis yang ditandai dengan pergantian musim kemarau dan musim hujan sepanjang tahun.
Wilayah Kalurahan Margokaton memiliki sumber mata air yang ketika musim penghujan sangat tinggi debit airnya, tapi di beberapa wilayah akan berkurang debitnya ketika musin kemarau. Mata air tersebut dimanfaatkan untuk sumber air minum, pengairan dan peternakan yang pemanfaatannya tidak hanya untuk masyarakat Margokaton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.