Edisi Ketiga Saemen Fest Tetap Gelorakan Kreativitas Anak Muda
Festival musik lintas genre Saemen Fest kembali hadir dengan energi baru pada 2026 ini di Stadion Kridosono pada Minggu (19/7/2026).
Margokaton. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Nama Margokaton jadi buah perbincangan menyusul pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen di wilayah itu.
Margokaton merupakan sebuah desa atau yang sekarang disebut kalurahan di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Ikhwal pembayaran uang ganti kerugian lahan tol Jogja-Bawen itu memunculkan miliarder-miliarder baru di Margokaton setelah puluhan warga Margokaton menerima uang ganti rugi hingga miliaran rupiah.
Dalam sejarahnya, seperti dikutip dari web Kalurahan Margokaton, pada awalnya Kapanewon Seyegan yang dikepalai seorang Panewu (Camat), membawahi 15 kelurahan, yakni Watukarung, Gentan, Gerjen, Susukan, Planggok, Bokong, Ngino, Pete, Sompokan, Jomblangan, Cibuk, Barak, Klangkapan, Kadipiro, dan Kandangan.
Kemudian melalui Maklumat Kasultanan Yogyakarta No.5/1948, maka 15 kelurahan saling bergabung menjadi lima kelurahan definitif sampai saat ini, yaitu Margoluwih, Margodadi, Margokaton, Margomulyo dan Margoagung.
Berdasarkan saksi sejarah, awal mula Kalurahan Margokaton sebenarnya sudah ada sejak 1935 yang pada waktu itu berkantor di kediaman R. Sosroyuwono di Susukan, sekaligus sebagai Lurah pertama periode tahun 1935-1946.
Kalurahan Margokaton secara administrasi menempati area seluas 19,33% (515 Ha) dari luas Kapanewon Seyegan (26,63 Ha), dibagi menjadi 12 padukuhan, yaitu Susukan I, Susukan II, Susukan III, Somokaton, Ngaran, Planggok, Grajegan, Bolu, Nyamplung, Seyegan, Sonoharjo dan Bantula.
Letak Kalurahan Margokaton berada di daerah yang strategis dan berada di jalur jalan raya Jogja – Kebonagung dengan batas-batas wilayah Kapanewon Tempel dan Kapanewon Minggir. Secara umum, kondisi iklim di Kalurahan Margokaton berciri iklim tropis yang ditandai dengan pergantian musim kemarau dan musim hujan sepanjang tahun.
Wilayah Kalurahan Margokaton memiliki sumber mata air yang ketika musim penghujan sangat tinggi debit airnya, tapi di beberapa wilayah akan berkurang debitnya ketika musin kemarau. Mata air tersebut dimanfaatkan untuk sumber air minum, pengairan dan peternakan yang pemanfaatannya tidak hanya untuk masyarakat Margokaton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama mengoleksi 97 poin di Moto3 2026 dan hanya butuh 13 poin untuk melewati capaian 109 poin Ai Ogura.
Klasemen Liga Italia terbaru: Roma dan Inter sama-sama 12 poin, sedangkan Como naik ke posisi ketiga setelah menang atas Parma.
PP Tunas menetapkan 22 PLF berisiko tinggi, termasuk Telegram dan Discord. Simak daftar platform dan dampaknya bagi akun anak.
BMKG mencatat HTH ekstrem hingga 131 hari di DIY. Cek daftar 17 provinsi dan kondisi musim kemarau Indonesia.
Inter Milan comeback 5-3 atas Udinese setelah tertinggal dua gol. Simak kronologi delapan gol dan posisi Nerazzurri di klasemen Serie A.