Wisata Museum Gunung Merapi Dibuka Kembali, Pengunjung Mulai Ramai

Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan wisata Museum Gunung Merapi, Rabu (12/1/2022) - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
12 Januari 2022 16:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Wisata Museum Gunung Merapi (MGM) telah dibuka kembali sejak awal November 2021 lalu, setelah pelonggaran kegiatan masyarakat. Pengunjung mulai ramai memadatai wisata ini.

Meski masih belum seramai sebelum pandemi Covid-19, wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi destinasi geo-wisata DIY ini.

Kepala Museum Gunung Merapi, Juhartati, menjelaskan pasca penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Museum Gunung Merapi telah buka sejak 3 November 2021 lalu. “Untuk kunjungan belum seramai dulu, tapi sudah mulai banyak. Rombongan sudah cukup banyak,” ujarnya, Rabu (12/1/2022).

Dalam kurun satu tahun 2021, tercatat total ada 11.633 kunjungan wisata Museum Gunung Merapi, dengan jumlah paling banyak pada bulan Desember yakni 3.963 kunjungan. Selama tiga bulan Museum Gunung Merapi tidak beroperasi yakni pada Agustus hingga Oktober sehingga tidak ada kunjungan sama sekali.

Kemudian pada libur Natal dan Tahun Baru, yakni 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, Museum Gunung Merapi juga tidak beroperasi. Hal ini menurutnya merupakan antisipasi terjadinya penumpukan pengunjung karena adanya libur cukup panjang.

Untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, kunjungan museum dibatasi maksimal 50 orang di dalam Gedung museum dalam satu waktu. Sehingga jika ada kunjungan atau rombongan lebih dari jumlah itu dalam waktu bersamaan, maka akan dibuat bergantian.

Ia juga mendorong para wisatawan untuk reservasi sebelum datang ke Museum Gunung Merapi guna untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kunjungan. Reservasi bisa dilakukan melalui telfon, surat elektronik atau aplikasi Visiting Jogja.

BACA JUGA: Baliho "Raksasa" di Perempatan Ring Road Concat Sleman Roboh Dihajar Angin Kencang

Saat ini wisatawan di Museum Gunung Merapi juga terdiri dari rombongan besar menggunakan bus. Ia mengungkapkan para rombongan ini banyak yang berasal dari Jawa Barat, seperti Ciamis, Tasikmalaya dan lainnya. “tapi tetap kami terapkan protokol kesehatan. Kami pasang barcode peduli lindungi,” ungkapnya.

Meski sudah mulai ramai, wisatawan saat ini belum bisa mengakses semua koleksi dan fasilitas Museum Gunung Merapi. Pengunjung hanya bisa mengakses museum lantai satu saja, karena untuk lantai dua sekarang sedang dalam masa perbaikan.