Rahasia 79 Tahun Mbah Carik Jadah Tempe Diungkap Sebelum Meninggal

Pemakaman Mbah Sudimah alias Mbah Carik, penerus generasi Jadah Tempe Mbah Carik, Rabu (12/1/2022). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
12 Januari 2022 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sudimah Wiro Sartono alias Mbah Carik, generasi kedua penjual Jadah Tempe Mbah Carik yang legendaris itu, rupanya menyimpan rahasia selama 79 tahun. Dari tangan Mbah Sudimah yang kini sudah almarhum, salah satu kuliner khas Jogja ini mulai mendunia.

Langit di sekitar lereng Gunung Merapi, Rabu (12/1/2022) diselimuti mendung yang pekat saat pelayat mulai berdatangan ke rumah duka di Kaliurang Selatan, RT 4 RW 13, Hargobinangun, Pakem. Mereka ingin melepas kepergiaan jenazah eyang Sudimah Wiro Sartono, meninggal di usia yang diperkirakan 92 tahun, untuk terakhir kalinya.

BACA JUGA: Sejarah Jadah Tempe Mbah Carik, Legenda Kuliner Jogja Kegemaran Sultan

Di antara sanak keluarga yang sibuk menerima pelayat adalah Bejo Wiryanto, 50. Romo Bejo, demikian ia dipanggil, merupakan anak ketiga Eyang Wiro (Mbah Carik). Mbah Carik, kata Romo Bejo, memiliki sembilan anak namun lima orang sudah mendahului dan yang masih hidup tinggal empat orang. "Cucunya 12 orang dan cicitnya baru delapan orang," cerita Romo Bejo saat ditemui di rumah duka.

Romo Bejo mantan Kepala Desa Hargobinangun. Sosoknya masih dihormati dikalangan warga. Mengenakan baju dan sarung berwana hitam, Romo Bejo sibuk menyalami para pelayat. Mulai dari mantan Bupati Sleman Sri Purnomo, Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Yudhaningrat hingga kehadiran Bupati Sleman Kustini SP yang datang ke rumah duka.

Menurut Romo Bejo, ibunya merupakan seorang juru kunci juru kunci Gunung Merapi wilayah barat (Plawangan, Bukit Turgo, Kaliurang). Juru kunci sebelum Romo Bejo diangkat Sultan Hamengku Buwono X pada 14 April 2014 lalu. "Ibu itu ternyata bukan sekadar anaknya mbah Carik (generasi awal) seorang penjual jadah tempe. Waktu itu, ibu saya berusia 16 tahun, sudah diberi amanah oleh Sultan Hamengku Buwono IX untuk menjadi juru kunci Ngeji Gondo Merapi sisi Barat," kata Romo Bejo.

BACA JUGA: Innalillahi, Legenda Jadah Tempe Mbah Carik Meninggal Dunia

"Rahasia ini baru kami ketahui, 10 hari yang lalu, sebelum ibu meninggal. Ini rahasia yang dipendam selama 79 tahun lalu. Semua keluarga tidak ada yang tahu."

Mbah Sudimah, sang legenda kuliner Jogja, meninggal dunia pada Selasa (11/1/2022) pukul 18.00 WIB.