Advertisement

Libur Sudah Usai, Hotel di Bantul Masih Tetap Ramai! Ini Penyebabnya

Catur Dwi Janati
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
Libur Sudah Usai, Hotel di Bantul Masih Tetap Ramai! Ini Penyebabnya Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL- Wisata di Bantul masih bergeliat. Meski terhitung masih tinggi, jumlah wisatawan di Bantul akhir pekan lalu mengalami penurunan dari pekan sebelummya. Namun tingkat okupansi penginapan di Bantul masih menunjukkan angka yang tinggi pada pekan lalu.

Adyatama Kepariwisataan & Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menyampaikan kunjungan wisata ke Bantul akhir pekan lalu 14-16 Januari mencapai 37.573 orang.

Advertisement

Angka ini turun turun sembilan persen dibanding pekan pertama 2022. Meski demikian angka kunjungan ini menurut pria yang akrab disapa Ipung tersebut masih tergolong cukup tinggi di masa pandemi.

BACA JUGA: Vaksin Booster untuk Melindungi Warga Jogja

"Wisatawan Bantul mayoritas rombongan pelajar yang masuk. Analisa kami [jumlah wisatawan] menurun karena sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM)," tuturnya pada Selasa (18/1/2022).

Di sisi lain, kondisi berbeda justru tengah terjadi dari sektor hotel dan penginapan. Masih tingginya angka okupansi hotel dinilai Ipung terjadi karena meningkatnya aktivitas Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE). "Kaitan okupansi tinggi karena mungkin MICE sudah bergeliat," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan RestoraIndonesia (PHRI) Bantul, M Nurman Asmuni mengakui okupansi hotel di low season saat ini terbilang lumayan baik. Di hotel berbintang, cakupan okupansi tamu lebih tinggi ketimbang non-bintang. Di akhir pekan ini okupansi penginapan di Bantul pun masih tinggi.

"Alhamdulillah tetap baik. Untuk non-bintang itu okupansinya kira-kira sampai 50 persen. Kemudian untuk yang bintang di atas 60 persen, sudah 75 persen," terangnya.

Pada hari biasa di luar akhir pekan, Asmuni mencatat tingkat okupansi hotel non-bintang di Bantul rata-rata bisa mencapai 20-50 persen. Untuk hotel bintang tingkat okupansi di hari biasa mulai dari angka 50 persen sampai tertingi 75 persen.

Advertisement

Asmuni menduga tingginya okupansi di low season ini terjadi karena euforia masyarakat atas kelonggaran di sektor pariwisata yang diberikan. "Tapi juga karena mereka tahu kondisi kasus Covid-19 melandai," ujarnya.

"Jemu di rumah, ada kejemuan. Ya euforia tadi, mencari kompensasi untuk pemenihan jiwa yang sudah terkrkang lama," imbuhnya.

Selain itu kondisi hotel makin membaik karena banyaknya acara weeding dan MICE yang diselenggarakan di hotel, selain mengandalkan para wisatawan yang menginap. "Weeding, meeting ramai, sampai puasa Insyaallah," tandasnya.

Bila tidak ada perubahan aturan dan cuaca terus membaik, Asmuni memprediksi tingginya angka okupansi hotel akan berlangsung sampai bulan puasa. "Perubahan aturan biasanya diterbitkan karena ada lonjakan [Covid-19]. Harapan saya semoga masyarakat menyadari, kecerobohan bisa mengakibatkan lonjakan," ujarnya.

"Harapannya terus berlangsung baik. Protokol kesehatan tetap berjalan biasa. Terus pemetintah tidak ada aturan baru dalam pengetatan atau semacam PPKM, jangan sampai dibuat lebih ketat lagi. Ini kan ekonomi sudah mulai bergerak ," tukasnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement