Advertisement

Tangisan Warnai Keberangkatan Jemaah Umrah dari Bandara YIA

Hafit Yudi Suprobo
Selasa, 18 Januari 2022 - 22:47 WIB
Budi Cahyana
Tangisan Warnai Keberangkatan Jemaah Umrah dari Bandara YIA Pemberangkatan 29 jemaah umrah yang bertolak dari Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (18/1/2022). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kanwil Kemenag DIY memberangkatkan 29 orang yang menjadi jemaah umrah dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (18/1/2022). Keberangkatan jemaah umrah perdana selama pandemi Covid-19 ini diwarnai tangis haru keluarga yang mengantar di bandara.

Kakanwil Kemenag DIY, Masmin Afif mengatakan pemberangkatan puluhan jemaah umrah ini menyusul dibukanya akses ibadah umrah yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Jemaah umrah yang berangkat ini didominasi warga asal DIY.

Advertisement

"Pelepasan jemaah umrah ini sebagai upaya yang selaras dengan pernyataan Menteri Agama bahwa tidak ada penghentian layanan pendaftaran umrah selama pandemi Covid-19. Kami berharap keberangkatan perdana ini dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 oleh para jemaah," kata Masmin Afif saat ditemui di YIA, Temon, Selasa.

Menurut Afif, keberangkatan jemaah umrah ini sudah melalui prosedur kesehatan baik saat jemaah dinyatakan layak untuk berangkat, sampai di Makkah dan Madinah, serta setelah kembali ke Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya paparan Covid-19 khususnya varian Omicron. "Kami berpesan kepada seluruh jemaah untuk selalu menerapkan protokol Covid-19 seperti memakai masker. Jemaah disediakan tempat isolasi mandiri di sana [Arab Saudi]. Saat kembali, jemaah juga harus melalui proses isolasi mandiri di Jakarta sebelum pulang kembali ke rumah," kata Afif.

Keberangkatan 29 jemaah umrah perdana dilakukan oleh Kanwil Kemenag DIY setelah sebelumnya moratorium keberangkatan haji maupun umrah terbit dari pemerintah Arab Saudi. Sebelumnya, Menteri Agama memutuskan bahwa pelayanan pendaftaran umrah masih bisa dilakukan.

Salah satu warga yang pergi umrah, Nur Widya, 49, mengatakan ia harus menunggu selama dua tahun sebelum akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. Ia harus menunda keberangkatan ibadah umrah selama dua kali. "Saya seolah tidak percaya pada akhirnya bisa berangkat. Sata mendapatkan informasi bisa berangkat umrah pada Rabu pekan lalu. Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci," kata Nur sambil meneteskan air mata.

Salah satu keluarga jemaah umrah, Maryanto, 40, warga Banguntapan, Bantul, mengatakan ia mengantarkan istrinya untuk berangkat umrah melalui YIA. Anak Maryanto meneteskan air mata karena sang bunda harus meninggalkannya selama beberapa waktu untuk ibadah. Sambil memeluk anaknya, dia mengatakan prosedur ibadah umrah yang dilaksanakan oleh istrinya sudah gamblang dijelaskan oleh Kanwil Kemenag DIY, baik saat sebelum berangkat ke Tanah Suci sampai dengan kembali ke Indonesia.

"Untuk karantina nanti sudah disediakan di tanah suci. Kembali ke Indonesia juga sudah diperintahkan untuk isolasi mandiri di Jakarta. Kebetulan istri saya tidak harus menunggu lama ya. Hanya sekitar satu bulan saja," terang Maryanto. 

 

Advertisement

 

 

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement