BPBD Sleman Petakan Lima Wilayah Berpotensi Kekeringan Dampak El Nino
BPBD Sleman petakan 5 wilayah rawan kekeringan akibat El Nino 2026. Siapkan 50 tangki air untuk antisipasi.
Perangkap kuning yang dipasang pada lahan budi daya tanaman cabai off season di Srigading, Sanden, Bantul./Istimewa-Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala
Harianjogja.com, BANTUL—Organisme penggangu tanaman (OPT) utama tanaman cabai, yakni lalat buah, mulai menyerang lokasi budi daya cabai off season lahan pasir di kawasan Srigading, Sanden, Bantul. Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY merekomendasikan sejumlah strategi pengendalian hama lalat buah.
Program budi daya cabai off season bekerja sama dengan Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Sanden. Salah satu anggota forum, Yuni, yang bertugas merawat tanaman pada Rabu (19/1/2022) mengeluhkan serangan hama yang telah terjadi semenjak sepekan lalu.
BACA JUGA: Parkir Bus Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Dishub Tak Berdaya
Hama lalat buah menyerang cabai pada stadia imago dan larva. Lalat buah dewasa akan menggunakan ovipositornya untuk memasukan telur ke dalam buah. Telur yang berkembang menjadi larva lalat yang berada dalam buah akan menggerogoti bagian dalam buah.
Buah yang terserang lalat akan menunjukkan bintik hitam bekas tusukan ovipositor dan kemudian busuk. Yuni mendapati cabai pada busuk dan rontok.
"Banyak cabai yang jatuh ke pasir sudah membusuk. Ternyata, beberapa cabai yang masih di tangkai pun mulai membusuk," tuturnya.
Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD BPTP DPKP DIY, Rais Sulistyo, menyarankan beberapa pengendalian mekanik dan hayati yang bisa diterapkan untuk mengendalikan hama lalat buah. Rais menjelaskan buah yang busuk bisa segera dipetik lalu dimasukkan ke dalam plastik tertutup atau ditimbun ke tanah dengan kedalaman 50 sentimeter.
"Jika sudah jatuh maka sudah ada larva. Lima hari kemudian [larva] menetas menjadi lalat buah kemudian akan kawin dan bertelur lagi. Kalau cabai buruk tidak diambil, sama saja ternak lalat buah," tutur Rais.
Pengendalian lainnya dapat dilakukan melalui penggunaan perangkap botol berwarna kuning. Bagian dalam botol dicat seluruhnya dengan warna kuning lalu dipasang di dekat tanaman cabai.
Bagian luar botol selanjutnya dipasangi plastik bening dan lem. Spektrum cahaya yang terpantul dari warna kuning botol akan menarik lalat buah dewasa untuk hinggap dan terperangkap pada botol. Cara ini bisa dikombinasikan secara hayati dengan penambahan zat feromon seks yang secara alami membuat lalat buah tertarik.
"Tadi kami sudah uji coba pelekat kuning dengan feromon. Dan ternyata dalam waktu 30 menit sudah banyak lalat buah yang terperangkap dalam pelekat kuning,” kata dia.
BACA JUGA: Waspadai Spekulan Tanah Tol Jogja-Bawen
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Imawan Eko Handriyanto, mengatakan upaya pengendalian hama telah dilakukan jauh-jauh hari, salah satunya dengan perangkap kuning. Perangkap kuning yang digunakan berupa lembaran plastik kuning yang berwarna kuning yang dioleskan lem.
"Kami juga menggunakan pengendalian hayati dengan pupuk hayati. Secara teknis yellow trap untuk perangkap pengendalian lalat buah. Kimiawinya benar-benar ditekan, mengarah ke arah ramah lingkungan," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman petakan 5 wilayah rawan kekeringan akibat El Nino 2026. Siapkan 50 tangki air untuk antisipasi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.
Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun. Berikut profil, perjalanan karier, dan prestasi gelandang timnas Afrika Selatan itu.