Advertisement

Tak Memberi Keuntungan ke Kas Daerah, PD Aneka Dharma Justru Diguyur Rp1,3 Miliar APBD

Ujang Hasanudin
Rabu, 19 Januari 2022 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
Tak Memberi Keuntungan ke Kas Daerah, PD Aneka Dharma Justru Diguyur Rp1,3 Miliar APBD Perumda Aneka Dharma - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk perusahaan Aneka Dharma. Padahal perusahaan milik daerah (Perumda) Bantul tersebut selama ini tidak pernah memberikan kontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penyertaan modal untuk Aneka Dharma ini bahkan sempat mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Bantul, bahkan Dewan melalui Komisi B yang membidangi semua Perumda sempat tidak sepakat dengan penyertaan modal tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Prambanan Gudangnya Tempat Piknik, Ada Wisata Religi Juga di Perbukitan

“Sesungguhnya kami Komisi B sudah mengkritisi ketika Pemkab memberikan rancangan [penyertaan modal BUMD] itu untuk tahun ini khusus Aneka Dharma,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Aryunadi, saat ditemui di DPRD Bantul, Rabu (19/1/2022).

Namun Pemkab Bantul melalui Bagian Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Data Alam, Setda Bantul, kata Aryunadi memberikan arahan tahun ini Aneka Dharma optimistis dapat memberikan PAD dengan adanya berbagai inovasi usaha baru di antaranya pengadaan alat kesehatan dan pendirian apotek.

Karena semangat Pemkab begitu optimistis untuk tetap mengalokasikan penyertaan modal tersebut dibarengi dengan adanya unit usaha baru, Komisi B akhirnya memberikan kesempatan agar Aneka Dharma tetap diberikan modal usaha dengan catatan tahun ini dapat memberikan kontribusi PAD.

“Kepercaaan tahun ini adalah tes yang harus dibuktikan oleh Aneka Dharma. Kalau tidak ada progres, tahun depan tidak usah dikasih anggaran lagi,” tegasnya. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyatakan bahwa tujuan didirikannya BUMD atau Perumda salah satunya adalah bisa bermanfaat buat masyarakat Bantul dan dapat memberikan PAD, “Kalau tidak buat apa dipertahankan,” tegasnya.

Kepala Bagian Perekonomian, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam, Setda Bantul, Fatoni mengatakan Pemkab Bantul menginginkan semua Perumda di Bantul maju dan berkembang, termasuk Aneka Dharma. Menurtnya, Perumda selain harus menyetor PAD juga memiliki fungsi sosial untuk mendukung program-program bupati dan wakil bupati Bantul.

Ia mencontohkan misalnya ada keluhan dari petani seiring dengan surplusnya produksi beras di Bantul namun penjualannya susah, “Peluang tersebut bisa diambil oleh Aneka Dharma untuk ikut menjualkan,” kata Fatono.

“Contoh lain kebutuhan komunitas penjual sate kambing ada keluhan cari bahan bakunya susah di Bantul. Nah ini apa tak mungkin Aneka Dhamra bisa berkiprah di sana. Ini tantangan buat manajer baru Aneka Dharma,” ujar Fatoni. Ia ingin Perumda juga ikut membantu apa yang menjadi keluh kesah masyarakat Bantul atau tidak semata-mata bisnis murni.

Fatoni berharap Aneka Dhama bisa leluasa berkiprah dalam bisnis. Tidak hanya mengandalkan jasa percetakan, fotokopi, dan pengadaan alat tulis kantor sebagaimana yang dikenal selama ini. Namun harus merambah pada unit usaha lainnya yang bermanfaat buat masyarakat Bantul. Dengan melihat rancangan usaha Aneka Dharma lima tahun ke depan, Fatoni optimistis Aneka Dharma bisa lebih baik lagi dan diharapkan dapat menyetor PAD di tahun ini.

Direktur Utama Aneka Dharma, Y. Budi Sasangka mengaku optimistis tahun ini perusahaan yang dipimpinnya dapat untung bahkan diupayakan untuk setor PAD. Keyakinan tersebut berdasarkan penghitungan keuangan Aneka Dharma bahwa pada 2021 bisa untung sebesar Rp21,8 juta. Keuntungan tersebut merupakan rekor sejak Aneka Dharma didirikan pada 1978 lalu. “Pada prinsipnya Alhamdulillah tahun 2021 meski tak besar kita sudah positif dalam arti rekor,” kata Budi.

Padahal sebelumnya selalu rugi, bahkan jika dihitung sejak lima tahun terakhir atau sejak 2017 perusahaan pelat merah tersebut selalu rugi. Pada 2017 Aneka Dharma rugi atau minus Rp544,2 juta, 2018 minus Rp482,9 juta, pada 2019 minus Rp151,1 juta, dan 2020 minus 198,2 juta. Budi mengatakan keuntungan 2021 merupakan rekor padahal kondisi saat dia masuk pada Mei tahun lalu dihantam pandemi Covid-19 namun bisa untung.

Dengan keuntungan 2021, Budi optimistis tahun ini bisa untung, bahkan pihaknya menargetkan tahun ini bisa setor PAD di angka sekitar Rp151 juta. Dengan adanya penyertaan modal Rp1,3 miliar Aneka Dharma akan mengembangkan unit usaha selain percetakan dan pengadaan alat tylis kantor, yakni usaha peternakan kambing dengan nama Dharma Raya, pengadaan alat kesehatan dan mendirikan apotek yang diberi nama Dharma Usada.

Selain itu, Aneka Dharma juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk pengadaan buku, dan sarana prasarana pendukung sekolah seperti pengadaan kursi, meja, lemari, dan rak, serta jasa, melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah). Lalu akan merambah sebagai penyuplai beras dan lauk pauk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui e-Warung.

Namun berbagau unit usaha tersebut perlu didukung dengan modal yang besar, “Harapannya penyertaan modal bisa segera dikucurkan untuk memperlancar unit-unit usaha baru ini,” ujar Budi. Sampai saat ini Budi mengaku belum mengetahui kapan penyertaan modal Rp1,3 miliar itu dikucurkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadi Venue Konser Dewa 19, JIS Dikritik, Standar FIFA Dibahas Lagi

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:57 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement