Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ratusan masa Aliansi Solidaritas untuk Wadas menggelar aksi di Polda DIY, Rabu (9/2/2022)/Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, SLEMAN-Merespons kekerasan dan penangkapan yang dilakukan oleh polisi kepada warga Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022), ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas untuk Wadas mendatangi Polda DIY dan kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak, Rabu (9/2/2022).
Kepala Divisi Penelitian LBH Yogyakarta Era Hareva, yang juga tergabung dalam Aliansi Solidaritas, menjelaskan sampai siang hari ini sudah ada sekitar 60 lebih orang yang masih berada di Polres Purworejo. "Bahkan hari ini ada tiga orang yang itu statusnya naik ke dalam tahap penyidikan meskipun tahapnya masih sebagai saksi," ujarnya.
Tuntutan dari aksi ini kata dia, merupakan aksi solidaritas yang itu mengimbau kepada kepolisian untuk menghentikan ataupun tidak lagi melakukan segala cara-cara yang represif kepada warga. "Dilanjutkan ke BBWSO dan tuntutannya adalah untuk meminta agar BBWSO menghentikan proses pematokan lahan di desa Wadas," katanya.
BACA JUGA: Temui Warga Wadas, Ganjar Pranowo Bicara soal Ganti Rugi Tambang Material untuk Proyek Bendungan
Masa aksi mulai memadati depan kantor Polda DIY di ringroad utara, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, sekira pukul 11.30 WIB. Meski ada penjagaan, tidak ada perwakilan Polda DIY yang menemui masa aksi. Mereka kemudian melanjutkan aksi ke BBWS Serayu-Opak sekira pukul 13.00 WIB.
Aksi di Polda DIY ini menjadi simbolik untuk mengingatkan kembali kepada aparat kepolisian untuk tidak melakukan tindakan yang represif. Ia juga mengungkapkan akun instagram LBH Yogyakarta belum bisa diakses dari Selasa (8/2/2022) malam. Meski demikian ia belum bisa memastikan keterkairannya dengan kasus Wadas.
Adapun terkait dugaan gangguan jaringan internet di Wadas, saat ini menurutnya sudah kembali berjalan normal. "Seperti sudah mulai normal untuk akses internetnya," katanya.
Tiga warga yang ditangkap dan masuk proses penyidikan kata dia, satu orang itu ditangkap pada saat sedang sarapan, satu orang ditangkap saat sedang berada di rumah dan satu orang lagi ditangkap saat sedang berziarah di makam.
Selain menangkapi warga, polisi juga menghalang-halangi peliputan media saat kejadian di Wadas. Wartawan Sorot.co, Mahestya Andi, mengatakan ia didatangi polisi berbaju preman dan diminta untuk menghapus video karyanya yang memperlihatkan kekerasan aparat.
Ia menceritakan ia sampai ditarik kerah bajunya, dibawa kebelakang, dan dikelilingi empat orang, yang meminta videonya dihapus. Beruntung wartawan lain termasuk dari Kompas datang dan menyelamatkannya.
"Dia [polisi] mau pegang hp saya, terus saya bilang tak pegang saya, kalau mau lihat tak slide-kan. Posisi saya berangkat liputian sudah pakai seragam PWI [Persatuan Wartawan Indonesia], name tag, komplit lah liputan normal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.