Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa/istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Penanggulangan Kemiskinan masih menjadi program prioritas Pemkab Sleman di 2022. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan dalam RPJMD Sleman penanggulangan kemiskinan tertuang dalam misi kelima, yakni membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya pada tujuan menurunkan ketimpangan pendapatan, dengan sasaran menurunnya kemiskinan.
Pandemi Covid-19 selama dua tahun ini, kata Danang, berdampak naiknya angka kemiskinan di Sleman. Berdasarkan data persentase kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 angka kemiskinan di Sleman sebesar 7,41%; 2020 naik menjadi 8,12% dan 2021 menjadi 8,64%. Data tersebut menunjukkan terdapat peningkatan persentase angka kemiskinan seiring terjadinya pandemi Covid-19. "Pemkab menyiapkan langkah intervensi untuk menekan persentase angka kemiskinan," katanya, Rabu (9/2/2022).
Intervensi dilakukan agar penanggulangan kemiskinan dapat berjalan dengan sistematis, terfokus, terencana dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. "Langkah ini diharapkan mampu menurunkan persentase kemiskinan," kata Danang.
Pada 2022 ini, kata Danang, perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman bahu membahu menurunkan persentase angka kemiskinan melalui beberapa program kegiatan. Berbagai program dilaksanakan melalui perangkat daerah yang mengampu secara teknis, di antaranya Dinas Sosial dengan program bantuan pangan nontunai (BPNT) daerah, bantuan kebutuhan dasar (pangan, sandang) untuk anak telantar. Ada pula program disabilitas dan lanjut usia terlantar, bantuan sosial kelompok perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE), bantuan sosial KUBE/USEP, jaring pengaman sosial/JPS, sistem layanan rujukan terpadu (SLRT), Forum TKPK Kabupaten, penguatan kelembagaan TPK kecamatan dan kalurahan.
Selain program dan kegiatan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan juga menyediakan berbagai program dan kegiatan misalnya pembayaran premi BPJS untuk masyarakat miskin dan rentan miskin dan jampersal. Hal yang sama juga dilakukan instansi lain."Untuk memastikan program atau kegiatan tersebut tepat sasaran, Pemkab Sleman bersinergi dengan Program Keluarga Harapan atau PKH," kata Danang.
Program Pendampingan
Untuk mengakselerasi program pengentasan kemiskinan, pada triwulan I 2022 ini Pemkab Sleman akan mendampingi 17 kapanewon. Tentu saja, kata Danang, program yang disiapkan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan semua pihak. "Pemerintah, masyarakat dan swasta harus bahu-membahu untuk menekan angka kemiskinan di Sleman. Kami harus semakin peka terhadap lingkungan di sekitar. Saatnya mewujudkan Sleman yang aman dan nyaman bagi semua orang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Tim hukum segera berdiskusi dengan klien untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Igor Tolic meminta Persib Bandung tampil tanpa celah saat menghadapi Manila Digger pada play-off ACL II, Senin (31/8).
Damkar Gunungkidul mencatat 49 karhutla sepanjang Mei-Agustus 2026. Luas lahan terdampak ditaksir mencapai 49,5 hektare.
Banggar DPR menyoroti belanja APBN 2027 Rp4.097,2 triliun agar berdampak pada pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan ekonomi.