Advertisement

Saatnya Bahu Membahu Menanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Sleman

Abdul Hamied Razak
Rabu, 09 Februari 2022 - 22:07 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Saatnya Bahu Membahu Menanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Sleman Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa - istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Penanggulangan Kemiskinan masih menjadi program prioritas Pemkab Sleman di 2022. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan dalam RPJMD Sleman penanggulangan kemiskinan tertuang dalam misi kelima, yakni membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya pada tujuan menurunkan ketimpangan pendapatan, dengan sasaran menurunnya kemiskinan.

Pandemi Covid-19 selama dua tahun ini, kata Danang, berdampak naiknya angka kemiskinan di Sleman. Berdasarkan data persentase kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 angka kemiskinan di Sleman sebesar 7,41%; 2020 naik menjadi 8,12% dan 2021 menjadi 8,64%. Data tersebut menunjukkan terdapat peningkatan persentase angka kemiskinan seiring terjadinya pandemi Covid-19. "Pemkab menyiapkan langkah intervensi untuk menekan persentase angka kemiskinan," katanya, Rabu (9/2/2022).

Intervensi dilakukan agar penanggulangan kemiskinan dapat berjalan dengan sistematis, terfokus, terencana dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. "Langkah ini diharapkan mampu menurunkan persentase kemiskinan," kata Danang.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Pada 2022 ini, kata Danang, perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman bahu membahu menurunkan persentase angka kemiskinan melalui beberapa program kegiatan. Berbagai program dilaksanakan melalui perangkat daerah yang mengampu secara teknis, di antaranya Dinas Sosial dengan program bantuan pangan nontunai (BPNT) daerah, bantuan kebutuhan dasar (pangan, sandang) untuk anak telantar. Ada pula program disabilitas dan lanjut usia terlantar, bantuan sosial kelompok perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE), bantuan sosial KUBE/USEP, jaring pengaman sosial/JPS, sistem layanan rujukan terpadu (SLRT), Forum TKPK Kabupaten, penguatan kelembagaan TPK kecamatan dan kalurahan.

Selain program dan kegiatan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan juga menyediakan berbagai program dan kegiatan misalnya pembayaran premi BPJS untuk masyarakat miskin dan rentan miskin dan jampersal. Hal yang sama juga dilakukan instansi lain."Untuk memastikan program atau kegiatan tersebut tepat sasaran, Pemkab Sleman bersinergi dengan Program Keluarga Harapan atau PKH," kata Danang.

Program Pendampingan

Untuk mengakselerasi program pengentasan kemiskinan, pada triwulan I 2022 ini Pemkab Sleman akan mendampingi 17 kapanewon. Tentu saja, kata Danang, program yang disiapkan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan semua pihak. "Pemerintah, masyarakat dan swasta harus bahu-membahu untuk menekan angka kemiskinan di Sleman. Kami harus semakin peka terhadap lingkungan di sekitar. Saatnya mewujudkan Sleman yang aman dan nyaman bagi semua orang," ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Alasan Nasdem Pilih Anies Jadi Capres 2024 daripada Ganjar atau Andika Perkasa

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement