Advertisement

Daftar Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Pengendara Harus Hati-Hati karena Rawan Kecelakaan

Imam Yuda Saputra
Sabtu, 12 Februari 2022 - 10:07 WIB
Budi Cahyana
Daftar Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Pengendara Harus Hati-Hati karena Rawan Kecelakaan Minibus terguling saat melintas di Tanjakan Clongop, Gunungkidul, 27 Februari 2019. - Harian Jogja/Dok.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul, kawasan yang belakangan terkenal dengan keelokan tempat wisatanya, punya beberapa tanjakan ekstrem yang rawan kecelakaan. Sejumlah tanjakan tersebut tak boleh dilalui bus wisata.

Belum lama ini, Tanjakan Bundelan di Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul, ditetapkan sebagai jalur terlarang untuk bus wisata karena konturnya yang ekstrem sehingga rawan kecelakaan.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Tol Jogja YIA: Dokumen Pengadaan Tanah Segera Diserahkan ke Pemda DIY

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan setelah kecelakaan yang menewaskan 13 orang di Bukit Bego Bantul, jawatannya langsung mengidentifikasi jalur wisata yang rawan kecelakaan. Jalur yang paling rawan adalah tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Ngawen.

Menurut dia, jalur memiliki tingkat kemiringan ekstrem. Oleh karenanya, wisatawan yang masuk dari wilayah Klaten tidak disarankan melalui jalur di Budelan.

“Tanjakan Bundelan bukan jalur wisata sehingga bus pariwisata dilarang melintasi jalur ini karena sangat berbahaya,” katanya, Kamis (10/2/2022).

Rakhamdian mengungkapkan jalur Bundelan bisa mempersingkat waktu ke Gunungkidul, khususnya pengendara yang melaju dari wilayah Klaten. Meski demikian, jalan ini hanya untuk kendaraan pribadi.

Selain Tanjakan Bundelan, ada beberapa tanjakan ekstrem lainnya di Gunungkidul. Berikut adalah daftar tanjakan yang rawan kecelakaan sebagaimana dihimoun dari berbagai sumber.

Tanjakan Sambeng

Tanjakan Sambeng yang terletak di Sambirejo, Ngawen, adalah jalur perbatasan Gunungkidul dengan Klaten. Tanjakan ekstrem ini berada di Jalan Cawas Ngawen.

Tanjakan Sambeng berbahaya untuk pengendara yang tak terampil. Pada pertengahan Januari lalu, sebuah truk terguling di Tanjakan Sambeng saat berusaha menyalip kendaraan lain.

Advertisement

Tanjakan dan Tikungan Slumprit

Slumprit yang terletak di Jalan Jogja-Wonosari Km 17,4, Patuk, Kecamatan Patuk, punya jalan menanjak dan berliku. Tanjakan dan tikungan Slumprit adalah jalur utama Jogja-Wonosari yang tiap haru selalu ramai dilewati pelaju maupun wisatawan.

Banyak kendaraan besar dari arah Jogja yang berjalan pelan di tanjakan. Sembarangan menyalip kendaraan besar bisa berisiko tabrakan dengan kendaraan lain yang melintas berlawanan.

Advertisement

BACA JUGA: Penyelidikan KNKT di Kecelakaan Bukit Bego Bantul: Ada Kesalahan Memindah Gigi, Sopir Tidak Tarik Rem Tangan

Tanjakan Clongop, Gedangsari, Gunungkidul

Tanjakan Clongop terletak di Gedangsari dan berbatasan dengan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kanal Youtube Mandeg Motovlog mengupas tanjakan ini dan memperlihatkan jalur yang berkelok dan curam.

Advertisement

Pemkab Kabupaten Gunungkidul menyebut tanjakan yang masuk Kalurahan Hargomulyo ini rawan kecelakaan. Kemiringannya yang eksterm membuat pengguna jalan harus berhati-hati saat.

Banyak pengendara yang melintas di jalur ini adalah mereka yang akan mengunjungi beberapa objek wisata seperti Green Village Gedangsari dari Klaten atau Solo.

Tanjakan Bundelan

Advertisement

Tanjakan Bundelan di Jurangjero, Ngawen, sangat curam. Aparat kepolisian pernah merekomendasikan agar Tanjakan Bundelan dihapus dari Google Maps sehingga tidak dilewati pengendara. Yang terbaru, Pemkab Gunungkidul melarang bus wisata lewat di jalur ini karena saking ekstremnya.

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi, Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement