Advertisement

Buntut Kecelakaan Bukit Bego Bantul, Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Tak Boleh Dilewati Bus Wisata

David Kurniawan
Kamis, 10 Februari 2022 - 19:07 WIB
Budi Cahyana
Buntut Kecelakaan Bukit Bego Bantul, Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Tak Boleh Dilewati Bus Wisata Tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul, yang tergolong tanjakan ekstrem karena sangat curam, Februari 2021. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULKecelakaan bus wisata di Bukit Bego Bantul berimbas pada pengaturan lalu lintas wisata di Gunungkidul. Tanjakan Bundelan di Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul, tidak boleh dilewati bus wisata karena konturnya yang ekstrem sehingga rawan kecelakaan.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan setelah kecelakaan yang menewaskan 13 orang di Bukit Bego Bantul, jawatannya langsung mengidentifikasi jalur wisata yang rawan kecelakaan. Jalur yang paling rawan adalah tanjakan Bundelan di Kalurahan Jurangjero, Ngawen.

BACA JUGA: Belajar dari Kecelakaan Bukit Bego Bantul, Ini yang Tak Boleh Dilakukan Pengemudi di Jalan Menurun

Menurut dia, jalur memiliki tingkat kemiringan ekstrem. Oleh karenanya, wisatawan yang masuk dari wilayah Klaten tidak disarankan melalui jalur di Budelan.

“Tanjakan Bundelan bukan jalur wisata sehingga bus pariwisata dilarang melintasi jalur ini karena sangat berbahaya,” katanya, Kamis (10/2/2022).

Rakhamdian mengungkapkan jalur Bundelan bisa mempersingkat waktu ke Gunungkidul, khususnya pengendara yang melaju dari wilayah Klaten. Meski demikian, jalan ini hanya untuk kendaraan pribadi.

Bus pariwisata atau angkutan umum disarankan melalui jalur utama, yakni jalan yang melalui Sambirejo, Ngawen. “Jalur ini lebih aman. Meski menanjak, tetapi aksesnya lebih mudah karena jalannya lebih lebar,” katanya.

BACA JUGA: Penyelidikan KNKT di Kecelakaan Bukit Bego Bantul: Ada Kesalahan Memindah Gigi, Sopir Tidak Tarik Rem Tangan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan upaya normalisasi Tanjakan Bundelan sudah dilakukan di tahun lalu. Meski demikian, hasilnya belum maksimal karena tingkat kemiringan belum memenuhi standar lantaran keterbasan anggaran yang dimiliki.

“Sudah diturunkan sekitar satu meter. Tapi, memang jalannya masih terlalu curam,” katanya.

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Senin, 3 Oktober 2022

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement