Advertisement

Jaringan Terorisme di DIY Digulung, Guru SD di Gunungkidul hingga Penjual Roti Bakar di Bantul Ditangkap

David Kurniawan
Selasa, 15 Februari 2022 - 20:37 WIB
Budi Cahyana
Jaringan Terorisme di DIY Digulung, Guru SD di Gunungkidul hingga Penjual Roti Bakar di Bantul Ditangkap Ilustrasi polisi bersenjata menjaga penggeledahan rumah terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror. - Antara/Idhad Zakaria

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam sepekan, tiga orang ditangkap Densus 88 di sejumlah wilayah di DIY karena diduga terlibat terorisme. Mereka yang diringkus bekerja sebagai guru SD di Gunungkidul hingga penjual roti bakar di Bantul.

Rabu (9/2/2022) terduga teroris berinisial F, penjual roti bakar yang tinggal di Soragan, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri. Di waktu bersamaan, Densus 88 juga menangkap pria yang tinggal di Dusun Widoro, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

BACA JUGA: Guru SD di Gunungkidul Ditangkap Densus 88, Rumahnya Digeledah

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Lima hari kemudian pada Senin (14/2/2022), guru SD di Kota Wonosari yang tinggal di Ponjong, Gunungkidul, ditangkap oleh Densus 88.

Guru berinisial RY, 45, tersebut ditangkap di rumahnya di Dusun Jimbaran, Tambakromo, Ponjong, saat akan berangkat mengajar. Rumahnya kemudian digeledah.

Dua orang yang ditangkap pada Rabu, 9 Februari 2022, diduga terkait dengan Jamaaf Ansharut Daulah (JAD). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan satu dari dua orang tersebut berinisial RAU, sempat berbaiat pada Amir Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi tahun 2014. Tahun 2019 berbaiat ulang kepada Amir Daulah Islamiyah Al Hasyimi. 

“RAU merupakan anggota JAD Jogja. RAU pernah mengikuti uji coba bom di Gunung Sempu, Bantul pada 2018,” kata Ahmad.

Seorang lainnya berinisial SU, diduga berbaiat kepada ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pada 2016, kemudian berbaiat kepada ISIS Abu Ibrahim Al Hashimi Al Quraishi pada 2019.

BACA JUGA: Terduga Teroris di Jogja Disebut Ikut Uji Coba Bom di Sebuah Gunung di Bantul

Advertisement

SU juga rutin mengikuti latihan ala militer IDAD bersama kelompok JAD di wilayah DIY periode 2016 sampai dengan 2019. “SU ingin melakukan aksi amaliyah dengan menyerang kantor polisi,” imbuhnya.

Sementara, guru SD di Gunungkidul yang ditangkap pada Senin kemarin belum dibeberkan perannya dalam jaringan terorisme.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement