Advertisement

Pasien dengan Komorbid di Sleman Diminta Segera ke Isoter

Abdul Hamied Razak
Selasa, 01 Maret 2022 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Pasien dengan Komorbid di Sleman Diminta Segera ke Isoter Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- DPRD Sleman meminta agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta (komorbid) yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah. 

Ketua Komisi D DPRD Sleman M Arif Priyosusanto mengatakan pendataan pasien komorbid yang menjalani Isoman perlu dilakukan untuk menekan kasus kematian pasien Covid-19. Dewan sudah menghimbau Dinas Kesehatan agar masing-masing Puskesmas dan Satgas Kalurahan untuk melakukan pendataan pasien.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kami juga sudah menghimbau masing-masing Puskesmas untuk memantau apakah pasien memiliki komorbid atau tidak. Kalau ada komorbid, sekiranya membahayakan, kami minta pasien tetap dibawa ke rumah sakit atau Isoter untuk penanganan lebih baik," katanya, Selasa (1/3/2022).

BACA JUGA: Dubes Ukraina Sindir Pemerintah Indonesia Soal Perang Ukraina-Rusia

Tidak hanya itu, Priyo juga meminta agar keluarga dan tetangga ikut proaktif untuk melaporkan kondisi pasien. Priyo juga meminta agar pihak eksekutif, Puskesmas dan Satgas Covid-19 terus melakukan pendekatan kepada keluarga pasien yang rawan tersebut agar dirawat di Isoter atau rumah sakit. Dengan demikian, diharapkan kasus kematian pasien Covid-19 yang menjalani Isoman dapat ditekan. 

"Ini kan juga demi kepentingan pasien agar kondisinya bisa ditangani. Ketika mengajak pasien ke rumah sakit yang ditekankan penanganan komorbitnya agar tidak takut," ujarnya.

Dia mengatakan Komisi D sudah mengecek bed-bed pasien Covid-19 di rumah-rumah sakit rujukan. Dari hasil monitoring kesiapan rumah sakit menghadapi lonjakan kasus Covid-19, lanjut dia, kesiapan rumah sakit jauh lebih siap dibandingkan saat serangan varian Delta tahun lalu. "Jangan takut dirawat di rumah sakit, semuanya sudah siap. Kalau memang dirasa saat Isoman ada penyakit berat lebih baik ke rumah sakit atau Isoter," katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan sejak awal Dinkes sudah mewanti-wanti agar pasien yang memiliki komorbid dan terkonfirmasi positif Covid-19 tidak menjalani Isoman. "Jangan isoman tapi harus di Isoter agar lebih terpantau kesehatannya oleh nakes," kata Cahya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus kematian warga yang Isoman, Cahya mengusulkan agar Satgas Kalurahan sebaiknya mulai memantau pasien isoman yang rawan dan masuk kelompok rentan dan melaporkan ke Puskesmas.

"Nanti Puskesmas akan handel dengan WA atau menggunakan telemedecine ya g baru kami upayakan agar masuk daftar seperti di Kota Jogja," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan kasus kematian pasien Covid-19 di Sleman kembali melonjak. Hingga Selasa (1/3/2022) sore, Posko menerima laporan 2 kasus pasien yang meninggal dunia saat menjalani Isoman di rumah. Total hingga kini tercatat 12 kasus pasien yang meninggal dunia saat menjalani isoman.

"Ada dua pasien yang isoman meninggal dunia di Sendang Agung dan Sendangsari, Minggir. Untuk kegiatan pemulsaraan dilakukan relawan dari Posko dekontaminasi dan proses pemakaman dilakukan oleh Satgas Kalurahan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement