Advertisement
Banyak Siswa Terpapar Covid-19, Pembelajaran Sekolah di Jogja Kembali Daring 100 Persen
PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pembelajaran tingkat SD dan SMP di Kota Jogja kembali berlangsung daring 100 persen.
BACA JUGA: Mengapa Sleman Kerap Dijuluki Kabupaten Italia?
Advertisement
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Jogja Nomor 443/676/SE/2022 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Tatap Muka/Luring untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) khususnya di lingkungan sekolah di Kota Jogja.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jogja, Budi Santosa Asrori, alasan utamanya lantaran jumlah kasus Covid-19 di Kota Jogja yang tinggi.
“[Peserta didik] Di semua tingkatan banyak yang terpapar Covid-19, termasuk SMK, SMA, SMP, dan SD, semua ada. Tidak hanya peserta, guru kan juga banyak yang terpapar, karena penularannya cepet banget sekarang," kata Budi, Selasa (1/3/2022).
Meski penularannya banyak dan cepat, Budi menilai pelacakan di sekolah cenderung lebih mudah. Hal ini lantaran orang yang datang sudah diketahui dan selalu sama. Berbeda dengan institusi lain atau pasar dan sebagainya.
Dengan penerapan sekolah daring ini, kasus di Kota Jogja bisa semakin menurun.
“Selama pembelajaran daring, anak-anak dan orang tua diimbau mengontrol prokes. Di sekolah juga rutin didesinfektasi. Sekolah mempersiapkan sarana prasarana lebih tepat lagi. Sehingga kalau sewaktu-waktu pembelajaran tatap muka, mereka sudah semakin siap semuanya," katanya.
Kepala SMPN 8 Jogja, Retna Wuryaningsih mengatakan di sekolahnya, pembelajaran secara daring dari 1 sampai 7 Maret 2022. Setelah tanggal itu belum ada arahan lebih lanjut.
Sampai degan 7 Maret, SMPN 8 menjalani proses penilaian tengah semester (PTS).
"Jadi anak-anak itu sudah mengerjakan atau belum itu bisa terpantau. Nanti kalau ada peserta didik yang belum mengerjakan PTS langsung ditelepon. Ini sudah hampir selesai semua mengikuti, tidak ada masalah. Semua mengakses di rumah," kata Retna.
BACA JUGA: Habiskan Biaya Rp21 Triliun, Ini Profil Tol Jogja Bawen
Apabila melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, Retna merasa lebih aman dan nyaman melaksanakan pembelajaran secara daring. Apalagi di sekolahnya terdapat peserta didik dari luar Kota Jogja dengan segala riwayat perjalannnya.
Retna berharap keadaan segera membaik, terutama menjelang persiapan Asesmen Standar Pendidikan Daerah untuk kelas IX yang akan berlangsung pada Mei 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- 10 Kontingen Ramaikan Lomba Gema Takbir Jogja 2026, Rebut Piala Sultan
- Takbir Keliling Disekat, Malioboro Dipastikan Steril
- Peningkatan Penumpang Terjadi di Terminal Palbapang Bantul
- Salat Id Digelar di Masjid Gedhe Kauman hingga Sekitar Alun-Alun
- Bupati Sleman dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pospam Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement









