Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Peta Italia/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Sleman kerap mendapat julukan Kabupaten Italia di kalangan anak muda.
BACA JUGA: Habiskan Biaya Rp21 Triliun, Ini Profil Tol Jogja Bawen
Julukan Sleman sebagai Kabupaten Italia terdengar asing bagi kalangan orang tua karena Kabupaten Italia bukanlah julukan resmi yang digaungkan pemerintah setempat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman lebih memilih slogan Sembada yang merupakan akronim dari sehat, elok, makmur dan merata, bersih dan berbudaya, aman dan adil, damai dan dinamis, serta agamis, yang menjadi semboyan maupun visi misi kabupaten di DIY dengan jumlah penduduk mencapai 1,12 juta jiwa itu.
Meski demikian, julukan Sleman sebagai Kabupaten Italia, sebuah negara di Benua Eropa yang terkenal dengan kompetisi sepak bola dan Menara Pisa, mulai populer belakangan ini. Julukan itu populer di dunia maya, atau media sosial, terutama di antara pencinta sepak bola.
Julukan Sleman sebagai Kabupaten Italia tidak terlepas dari kiprah suporter klub sepak bola, PSS Sleman, yakni Brigata Curva Sud atau BCS.
Suporter klub PSS Sleman itu memang menarik perhatian insan sepak bola Tanah Air, bahkan dunia dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini karena kreativitas mereka saat memberikan dukungan kepada PSS saat berlaga.
Bahkan aksi koreografi BCS di Stadion Maguwoharjo saat mendukung PSS Sleman berlaga sempat trending di Youtube. BCS melakukan aksi koreografi berkonsep 4 dimensi hingga menarik perhatian pengamat sepak bola, tak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri.
Namun bukan soal kreativitas dalam melakukan koreografi saja yang menjadi alasan utama Sleman mendapat julukan sebagai Kabupaten Italia. Julukan itu menempel di Sleman karena BCS yang kerap meniru cara suporter Italia ketika mendukung PSS Sleman.
Bahkan BCS kerap menyampaikan yel-yel atau chant berbahasa Italia, seperti PSS Sleman Ale dan Bianco Verde Ale, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Hijau dan Putih.
BACA JUGA: Sleman Genjot Produksi Padi Sembada Merah & Hitam
Chant PSS Sleman Ale dan Bianco Verde Ale ini kerap terdengar riuh di stadion saat tim berjuluk Super Elja itu bertanding. Bahkan chant inilah yang menjadi pemompa semangat PSS Sleman kala merengkuh gelar juara Liga 2 dan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, Liga 1, pada 2018 lalu.
Kebiasaan suporter BCS yang menggunakan kata-kata berbahasa Italia, Ale, ini pun mulai banyak diikuti suporter dari daerah lain. Kini, mulai banyak suporter di daerah lain yang kerap melontarkan kata-kata Ale, saat mendukung timnya berlaga, bahkan bukan hanya di pertandingan sepak bola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.