Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
RSUD Wonosari, Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit terus bertambah. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan fasilitas pelayanan masih tersedia dengan baik.
Salah satu lonjakan perawatan terihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Pasalnya, dari 62 tempat tidur yang disediakan, sudah terisi sebanyak 40 pasien. Jumlah ini masih bisa bertambah dikarenakan laju penularan virus corona belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, seiring melonjaknnya kasus aktif, juga berdampak terhadap jumlah pasien corona di rumah sakit. Ia mengakui dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan signifikan terhadap warga terinfeksi yang membutuhkan perawatan medis.
“Total hingga saat ini ada 40 pasien yang dirawat,” kata Heru kepada wartawan, Selasa (1/3/2022).
Meski demikian, ia memastikan ruang perawatan masih memadai karena untuk sementara waktu sudah menyiapkan 62 tempat tidur perawatan. Dampak dari lonjakan ini, RSUD juga telah menambah bangsal untuk merawat pasien Covid-19.
Baca juga: Covid-19 di DIY Naik, Begini Update Ketersediaan Bed di Rumah Sakit
“Sebelumnya hanya di bangsal Mawar dan Dahlia, tapi sekarang bangsal Amarylis juga sudah difungsikan untuk perawatan pasien corona,” ungkapnya.
Disinggung mengenai ketersediaan fasilitas penudukung perawatan, Heru mengakui tidak ada masalah. Meski ada penambahan pasien, kapasitas oksigen yang dimiliki masih sangat memadai. Sedangkan untuk obat-obatan pendukung juga tidak ada masalah.
Malahan, sambung dia, RSUD sedang mengusahakan penambahan alat pembuat oksigen sehingga kapasitas produksi bisa bertambah signifikan. Meski demkian, Heru mengakui masih dalam proses karena barang harus didatangan dari luar negeri dan sekarang masih harus melalui pemeriksaan bea cukai.
“Mudah-mudahan minggu ini selesai dan bisa dikirim ke Semarang untuk dicek oleh penyedia layanan. Setelah semuanya lancar, maka bisa dibawa ke RSUD untuk dipasang,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus bertambah setiap harinya. Pasanya, dari sebanyak 1.422 warga yang berstatus pasien corona aktif. Dari jumlah ini yang dirawat di rumah sakit sebanyak 66 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 1.356 orang menjalani isolasi mandiri.
“Memang ada peningkatan dan yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien dengan gejalan sedang hingga berat,” kata Dewi.
Total hingga Selasa pagi di Gunungkidul 19.837 orang. Adapun rinciannya, sebanyak 17.361 orang dinyatakan sembuh dan kematian akibat corona ada 1.054 kasus. “Ada tujuh rumah sakit yang memberikan perawatan corona dengan jumlah tempat tidur sebanyak 155 unit. Yang terisi hingga searang ada 66 tempat tidur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
OpenAI memperlambat sebagian pengembangan AI Astra setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan keamanan sibernya berpotensi mencapai level Critical. Pengamana
Burnout dapat membuat seseorang lebih mudah marah dan impulsif di media sosial. Psikolog Ratih Ibrahim mengingatkan burnout bukan alasan untuk merugikan orang l
John Herdman: "Dewa sepakbola tak berpihak" usai Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 ditahan 1-1 Singapura. Fokus kini ke FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tu
Aturan baru bandara Thailand: petugas bisa buka koper penumpang tanpa pemilik mulai 16 Oktober 2026. Proses transparan dengan rekaman video, hanya untuk koper m
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu 8 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram turun Rp31.000 menjadi Rp2,756 juta.