Advertisement

Covid-19 di DIY Naik, Begini Update Ketersediaan Bed di Rumah Sakit

Sunartono
Jum'at, 11 Februari 2022 - 18:57 WIB
Bhekti Suryani
Covid-19 di DIY Naik, Begini Update Ketersediaan Bed di Rumah Sakit Ilustrasi. - REUTERS/Susana Vera

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyiapkan sejumlah langkah guna menekan laju penularan Covid-19 varian omicron. Selain berupaya menambah bed rumah sakit warga yang menjalani Isoman disarankan ke Isoter jika rumah tidak memadai.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY masih normal. Di sisi lain kondisi Isoter keterisian masih rendah karena sebagian besar warga yang positif menjalani isolasi mandiri atau mereka tidak bergejala. Oleh karena itu ia meminta kabupaten dan kota untuk melakukan pengecekan terhadap warga yang menjalani isolasi untuk memastikan bahwa kondisi rumahnya memadai.

"Kalau memang rumahnya tidak memenuhi persyaratan yang memadai ya perlu dijemput atau berangkat sendiri ke Isoter. Karena Isoter kita masih ada [banyak yang kosong]," katanya di Kepatihan, Jumat (10/2/2022).

BACA JUGA: Rest Area Tol Jogja-Solo Bergeser

Baskara Aji khawatir warga positif menjalani isolasi di rumah yang tidak memadai akan menular ke warga lainnya. Melihat hasil pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS) yang didominasi Omciron dan ada 17% delta memang membuat rumah sakit menjadi tidak banyak terisi karena varian omicron memiliki ciri tidak bergejala. Menurut Aji saat ini yang masuk ke rumah sakit didominasi oleh pasien yang terpapar varian delta.

"BOR yang mengisi itu rata-rata yang kemarin masih delta, karena hasil WGS ada Omicron dan delta, yang butuh perawatan justru yang delta. Tetapi untuk delta juga sudah banyak berkurang, persentasenya kecil," ujarnya.

Meski tidak banyak yang dirawat di rumah sakit, namun Aji telah meminta kepada rumah sakit untuk bersiap dalam menambah bed Covid-19. Tetapi sampai saat ini ketersediaan masih cukup. Selain itu jika dibutuhkan bed yang dipakai untuk pasien umum dapat langsung dikonversi ke pasien Covid-19.

"Salah satu indikasi untuk menilai level PPKM, untuknkasus DIY ada hal khusus. Karena hampir semua kasus omicron di DIY merupakan pelaku perjalanan. Mereka swab positif lalu isolasi mandiri. Nah isolasi mandiri ini kan sulit dipantau karena mereka swabnya juga mandiri. Kemudian pulang dia pakai kendaraan pribadi, setelah dua pekan lebih baru diketahui kalau ternyata omicron," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemkot Magelang Berikan Proteksi Praktik Dokter

News
| Jum'at, 30 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement