Advertisement

Bisnis Antar Jemput Makanan di Jogja Capai Puluhan Miliar Rupiah

Sirojul Khafid
Jum'at, 11 Maret 2022 - 18:27 WIB
Budi Cahyana
Bisnis Antar Jemput Makanan di Jogja Capai Puluhan Miliar Rupiah Ilustrasi bisnis makanan di Jogja. - Antara/Budi Candra Setya

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bisnis kuliner di Jogja tak terdampak pandemi Covid-19 dan bernilai puluhan miliar rupiah dari dua operator antar jemput makanan.

BACA JUGA: Tak Terbayangkan, Tukang Macul Dapat Ganti Rugi Tol Jogja Solo Rp5,6 Miliar

Potensi ekonomi Jogja dari sektor pariwisata maupun pendidikan di luar hotel memiliki nilai sekitar Rp1,2 triliun per bulan. Salah satu sektor yang tidak terpengaruh meski ada pandemi adalah kuliner.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Apabila melihat dari transaksi antar jemput makanan dengan layanan online, ada satu operator yang menjalankan jasa antar jemput makanan mendapat sekitar Rp30 miliar dan operator lainya sekitar Rp13 miliar per bulan. “Itu artinya pelaku ekonomi di bidang kuliner di Kota Jogja tidak begitu terpukul,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Jumat (11/3/2022).

Meski angka-angka di atas cukup membuat optimis, sektor pendidikan di Jogja belum pulih karena perguruan tinggi banyak yang belum menjalankan kegiatan belajar mengajar secara penuh.

Apabila kasus Covid-19 menurun di bulan April- Mei, sejumlah kampus diperkirakan akan menjalankan kegiatan belajar mengajar  tatap muka. Dengan itu, maka potensi ekonomi bisa tumbuh lagi di Jogja.

Dalam menghadapi potensi kebangkitan ekonomi ini, perlu sinergi semua sektor. Sektor pengusaha menyiapkan dari sisi penawaran dan sebagainya. Sinergitas ini juga untuk menghadapi tantangan kebangkitan setelah dua tahun ekonomi terpuruk. Terlebih dari sisi pemerintah juga ada keterbatasan anggaran karena ada pemotongan dari pusat.

“Tapi kami tidak pesimis terhadap kondisi yang kami hadapi karena potensi Jogja masih terbuka. Potensi ekonomi di Jogja cukup besar,” katanya.

BACA JUGA: Lima Tahun Lagi, Jumlah Crazy Rich Indonesia Diperkirakan Naik 63 Persen

Advertisement

Guna membangkitkan ekonomi, terutama di tingkat masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jogja memberikan bantuan permodalan tahun 2022. Ada sepuluh KUBE yang sudah lolos seleksi.

Kepala Seksi Jaminan dan Bantuan Sosial, Dinsosnakertrans Jogja, Tri Oktavia Marjani, mengatakan apabila setiap KUBE mendapat bantuan Rp23 juta. "Dana bantuan modal tersebut digunakan untuk pembelian barang dan alat yang menunjang usaha masing-masing anggota KUBE sesuai dengan kebutuhannya yang telah disusun dalam rencana pengembangan usahanya,” katanya.

 

Advertisement

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement