Polisi Ungkap Fakta Duel Remaja di Kulonprogo, Diduga Terkait Asmara
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyon./ Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Demonstrasi yang berujung pengrusakan fasilitas di sejumlah daerah termasuk di DIY membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mengambil langkah antisipasi.
Untuk besok, Senin (1/9/2025) hingga Rabu (2/9/2025) aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo diminta tidak memakain pakaian dinas harian (PDH). Padahal, biasanya Senin-Rabu selalu pakai PDH atau biasa dikenal pakaian Kheki.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono membenarkan anjuran tersebut. Menurutnya langkah tersebut mensikapi perkembangan situasi dan kondisi di berbagai wilayah.
"Iya betul anjuran itu mensikapi situasi dan kondisi sekarang sehingga untuk ASN tidak usai pakai kheki untuk hari Senin dan Selasa," katanya kepada wartawan, Minggu (31/8/2025).
Triyono mengungkapkan langkah tersebut diambil sebagai antisipasi. Selain itu, sebagai berjaga-jaga terhadap kejadian yang tidak diinginkan. "Kita harapkan situasi kondisi tetap aman terkendali dan kondusif," imbuhnya.
BACA JUGA: Dampak Kebakaran, Layanan SPKT dan SKCK di Polda DIY Tutup Sementara
Sementara itu, ASN diminta tidak menggunakan pakaian Kheki untuk Senin sampai Rabu diganti dengan baju putih dan celana gelap. Sedangkan untuk Kamis dan Jumat menggunakan pakaian batik. Untuk sementara ini arahan tersebut hanya berlaku di 1 hingga 5 September 2025 saja.
Belum ada pemberitahuan lebih lanjut untuk pekan selanjutnya. Selain menyikapi pakaian dinas ASN, Triyono meminta seluruh Lurah di Kulonprogo memantau dan mengantisipasi wilayahnya. "Ajak tokoh masyarakat dan warga menjaga Kamtibmas meski hanya berpesan lewat WhatsApp," tegasnya.
Sementara ini baru ASN saja yang terdapat kebijakan antisipasi. Siswa SD, SMP, dan SMA di Kulonprogo sejauh ini masih akan masuk sekolah pada Senin (1/9/2025) besok ini.
Diketahui memang dua hari belakangan demonstrasi di Mapolda DIY berujung pada aksi-aksi pengrusakan fasilitas. Sejumlah kerusakan terjadi terhadap fasilitas Mapolda DIY. Termasuk di daerah-daerah lain Indonesia pun demikian. "Sementara belum ada kebijakan untuk libur sekolah semoga situasi dan kondisi Kulonprogo tetap aman dan kondusif," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulonprogo, Nur Hadiyanto.
PESAN REDAKSI:Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.