Adhi Karya Bagi Susu Gratis ke Siswa SD Terdampak Tol Jogja Solo
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Kegiatan pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu pada Jumat (1/4/2022)-Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL- Pemantauan oleh Kantor Wilayah Kemenag DIY mendapati hilal masih di bawah tiga derajat. Hal itu berdasarkan pantauan hilal di Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Parangtritis, Bantul, Jumat (1/4/2022).
Hasil itu akan disampaikan ke Kemenag RI pusat sebagai pertimbangan 1 Ramadan 1443 Hijriyah.
Sejumlah elemen mengikuti pemantauan hilal di antaranya Kantor Wilayah Kemenag DIY, MUI, NU, Muhammadiyah, BMKG, UGM, UIN Sunan Kalijaga, UNU dan beberapa elemen lainnya. Kepala Kanwil Kemenag DIY, Masmin Afif menyampaikan bahwa hasil pantauan rukyatul hilal pada Jumat (1/4) sore tidak berhasil melihat hilal. Hilal tidak berhasil terlihat karena terhalang awan.
"Kami sampaikan bapak ibu yang saya hormati, bahwa hasil rukyatul hilal pada sore hari ini sudah dilaksanakan dan ternyata kita tidak berhasil melihat hilal karena terhalang awan," terangnya.
BACA JUGA: Tutup! Sejak 27 Maret TPST Pisyungan Sudah Tidak Bisa Lagi Menampung Sampah
Hasil pantauan ini dijelaskan Masmin akan disampaikan ke Kemenag RI pusat. "Hasil ini nanti yang akan kita laporkan ke Kemenag RI pusat untuk menjadi bagian dari laporan pertimbangan penetapan isbat 1 Ramadan 1443 Hijriyah," tandasnya.
Adapun berdasarkan sudutnya, dari pantauan Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Kantor Wilayah Kemenag DIY hilal masih berada di sudut kurang dari tiga derajat. "Kalau hitungan derajatnya masih di bawah tiga derajat, sehingga kalau perhitungan hilalnya masih di bawah tiga derajat itu kan masih not posiible, tidak mungkin," jelasnya.
"Dan saat ini ternyata awannya terlalu tebal sehingga tidak bisa kita lihat," tandasnya.
Berdasarkan hasil obsrvasi ini, Masmin menyampaikan bagi masyrakat yang ingin mendapatkan informasi 1 Ramadan dapat menunggu pengumuman pemerintah dari sidang Kementerian Agama RI. "Kami mohon menunggu hasilnya nanti akan mendapatkan informasi dan laporan penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriyah," ujarnya.
"Namun demikian sudah beberapa informasi kita mendengarkan ada ormas yang sudah mengumumkan 1 Ramadan di awali besok pagi hari Sabtu (2/4/2022) monggo silahkan dilaksanakan. Tentunya kita menghargai perbedaan ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Masmin mengimbau kepada masyarakat Muslim DIY untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurut Masmin, keyakinan tidak bisa dipaksakan.
"Ini bagian dari kedewasaan kita beragama melaksanakan tuntunan ajaran agama dan perbedaan itu semoga bisa menjadi rahmat bagi kita umat Islam. Dan kita tetap harus damai harus rukun harus saling menghargai dan menghormati perbedaan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.