Advertisement

Hasil Pemantauan Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Kemenag: Hilal Tak Tampak

Catur Dwi Janati
Jum'at, 01 April 2022 - 19:07 WIB
Bhekti Suryani
Hasil Pemantauan Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Kemenag: Hilal Tak Tampak Kegiatan pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu pada Jumat (1/4/2022)-Harian Jogja - Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL- Pemantauan oleh Kantor Wilayah Kemenag DIY mendapati hilal masih di bawah tiga derajat. Hal itu berdasarkan pantauan hilal di Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Parangtritis, Bantul, Jumat (1/4/2022).

Hasil itu akan disampaikan ke Kemenag RI pusat sebagai pertimbangan 1 Ramadan 1443 Hijriyah.

Advertisement

Sejumlah elemen mengikuti pemantauan hilal di antaranya Kantor Wilayah Kemenag DIY, MUI, NU, Muhammadiyah, BMKG, UGM, UIN Sunan Kalijaga, UNU dan beberapa elemen lainnya. Kepala Kanwil Kemenag DIY, Masmin Afif menyampaikan bahwa hasil pantauan rukyatul hilal pada Jumat (1/4) sore tidak berhasil melihat hilal. Hilal tidak berhasil terlihat karena terhalang awan.

"Kami sampaikan bapak ibu yang saya hormati, bahwa hasil rukyatul hilal pada sore hari ini sudah dilaksanakan dan ternyata kita tidak berhasil melihat hilal karena terhalang awan," terangnya.

BACA JUGA: Tutup! Sejak 27 Maret TPST Pisyungan Sudah Tidak Bisa Lagi Menampung Sampah

Hasil pantauan ini dijelaskan Masmin akan disampaikan ke Kemenag RI pusat. "Hasil ini nanti yang akan kita laporkan ke Kemenag RI pusat untuk menjadi bagian dari laporan pertimbangan penetapan isbat 1 Ramadan 1443 Hijriyah," tandasnya.

Adapun berdasarkan sudutnya, dari pantauan Pos Observasi Bulan Syekh Belabelu, Kantor Wilayah Kemenag DIY hilal masih berada di sudut kurang dari tiga derajat. "Kalau hitungan derajatnya masih di bawah tiga derajat, sehingga kalau perhitungan hilalnya masih di bawah tiga derajat itu kan masih not posiible, tidak mungkin," jelasnya.

"Dan saat ini ternyata awannya terlalu tebal sehingga tidak bisa kita lihat," tandasnya.

Berdasarkan hasil obsrvasi ini, Masmin menyampaikan bagi masyrakat yang ingin mendapatkan informasi 1 Ramadan dapat menunggu pengumuman pemerintah dari sidang Kementerian Agama RI. "Kami mohon menunggu hasilnya nanti akan mendapatkan informasi dan laporan penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriyah," ujarnya.

"Namun demikian sudah beberapa informasi kita mendengarkan ada ormas yang sudah mengumumkan 1 Ramadan di awali besok pagi hari Sabtu (2/4/2022) monggo silahkan dilaksanakan. Tentunya kita menghargai perbedaan ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Masmin mengimbau kepada masyarakat Muslim DIY untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurut Masmin, keyakinan tidak bisa dipaksakan.

"Ini bagian dari kedewasaan kita beragama melaksanakan tuntunan ajaran agama dan perbedaan itu semoga bisa menjadi rahmat bagi kita umat Islam. Dan kita tetap harus damai harus rukun harus saling menghargai dan menghormati perbedaan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bolehkah Vaksin Booster Sekaligus Imunisasi Campak? Begini Kata Dokter Anak

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Menengok Lava Bantal, Destinasi yang Dahulu Hanya Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

Wisata
| Jum'at, 27 Januari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement