BBW Books Kembali Digelar di Jogja, Ini Jadwal dan Lokasinya
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Petugas tampak membersihkan sisa-sisa ranting beringin yang tumbang di kawasan Alun-Alun Utara Jogja, Sabtu (2/4/2022) petang. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengimbau kepada masyarakat agar menghindari tempat yang berpotensi terjadinya pohon tumbang maupun baliho roboh di tengah cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah DIY akhir-akhir ini.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan seluruh jajaran kabupaten dan kota di DIY telah melakukan antisipasi dengan mengontrol sejumlah titik yang berpotensi terjadi pohon tumbang maupun baliho roboh. Seperti memangkas pohon yang sudah terlalu lebat serta menertibkan baliho yang tidak berizin maupun yang sudah lapuk.
"Namun faktanya namanya bencana tetap saja ada hal yang tidak bisa diduga. Kita antisipasi angin, yang datang banjir dan sebaliknya," katanya Minggu (3/4/2022).
BACA JUGA: Kabar Baik! Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Tinggal 417
Salah satu dampak yang kerap terjadi akibat angin kencang adalah pohon tumbang dan baliho roboh. Beberapa kali peristiwa tersebut menimpa kendaraan bermotor yang terparkir di bawahnya. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat tak terkecuali juru parkir agar menghindari menempatkan parkir di bawah pohon yang rentan tumbang saat terjadi angin kencang.
“Kami sudah memberikan rambu-rambu kepada teman parkir supaya tidak memarkir kendaraan di bawah pohon, maupun baliho berbahaya,” ucapnya.
Begitu juga pohon yang berada di sekitar gedung atau perumahan, segera untuk dilakukan pengurangan rantingnya. Agar ketika terjadi hujan deras, bebannya sedikit berkurang dan meminimalisasi kerusakan jika roboh.
“Mitigasi ini sudah terus dilakukan oleh teman-teman BPBD DIY maupun kabupaten dan kota. Dari sisi logistik juga kami siapkan. Termasuk kalau ada banjir siapkan bronjong, kami siapkan sembako juga jika sementara memang harus ada yang mengungsi,” katanya.
Baskara Aji meminta kepada BPBD untuk terus melanjutkan program pembentukan desa siaga bencana maupun kelurahan tanggap bencana sebagai salah satu upaya sosialisasi mitigasi di tengah masyarakat. Mengingat hampir semua potensi bencana ada di wilayah DIY.
“Jogja itu angin banjir, tanah longsor semua ada, itu BPBD dan kawan harus selalu siap. Membentuk Katana dan Destana,sekolah siaga bencana harus terus dilanjutkan. Paling tidak kita berusaha mengurangi korban jiwa,” katanya.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana menyatakan BPBD DIY menyiagakan tim yang sewaktu-waktu dikerahkan untuk mengkoordinasikan dampak dari bencana di wilayah DIY. Penanganan dilakukan dengan memprioritaskan dampak di tengah masyarakat.
"Misalnya pohon tumbang kalau di jalanan kan harus segera dibersihkan, ini termasuk menjadi prioritas memastikan agar lalu lintas normal kembali. kalau personel biasanya dari berbagai unsur," ujarnya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu23 Agustus 2026 tersedia dari Jogja ke YIA dan sebaliknya. Tarifnya Rp50.000 per penumpang.
Gempa M5,4 mengguncang perairan Sulteng Minggu dini hari. Getaran terasa hingga Luwuk, Gorontalo, dan Bone Bolango. Tidak berpotensi tsunami.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 23 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu tertinggi mencapai 32°C, warga diminta waspada kebakaran.
Jose Mourinho mengawali periode kedua di Real Madrid dengan kemenangan 2-1 atas Espanyol berkat gol penentu Carlos Espi pada menit ke-90.
Kementerian PU mengerahkan 10 personel dan dua truk tangki air untuk membantu penanganan karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara.