Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi tawuran/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Polisi kini menangani kasus tawuran remaja di Bantul, yang menyebabkan seorang remaja tak sadarkan diri. Kasus tawuran ini ternyata bermula dari saling tantang di media sosial.
Kepolisian Resor Bantul telah menangkap dua kelompok remaja yang terlibat tawuran di simpang tiga Jodog, Dusun Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Senin (4/5/2022) dini hari lalu. Masing-masing kelompok yang yang satu berjumlah 20 dan dan satu kelompok lainnya delapan orang itu hingga Selasa (5/4/2022) masih dalam pemeriksaan polisi.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan kasus tawuran dua kelompok remaja yang hampir semuanya pelajar itu sebelumnya melakukan tantang menantang di media sosial atau aplikasi percakapan WhatsApp.
BACA JUGA: Klithih Terjadi Lagi, Saatnya Peran Orang Tua Diperkuat
Tak hanya tantang menantang, lokasi dan jam tawuran juga sudah disepakati oleh dua kelompok tersebut. Kedua kelompok sepakat untuk perang sarung yang dibundeli dan diisi batu kerikil.
“Dua kelompok sepakat sesuai jamnya. Sepakat akhirnya mereka bertemu di TKP [lokasi tawuran] untuk melakukan perang sarung,” kata Ihsan, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (5/4/2022). Namun saat bertemu di simpang tiga Jodog, kelompok korban kalah karena jumlahnya tidak seimbang sehingga melarikan diri
Nahas satu orang dari pihak korban menjadi sasaran penganiayaan karena motornya menabrak motor kelompok pelaku. Hingga Selasa siang, korban Fadil Triyanto, warga Gilangharjo yang menjadi sasaran penganiayaan masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Bantul.
“Kasus ini rencana tawuran karena korban kalah banyak berusaha kabur satunya tertinggal karena jatuh kemudian dianiaya. Korban masih dirawat di rumah sakit,” ujar Kapolres.
Saat kejadian berlangsung, diakui Kapolres, polisi yang berpatroli langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan identifikasi baik dari pihak korban maupun pihak pelaku. Hasilnya sebanyak 20 orang pihak pelaku berhasil diamankan pada Selasa. Dari 20 orang yang diamankan 19 di antaranya adalah pelajar SMP, SMA, dan SMK. Hanya satu yang tidak sekolah. Semuanya berdimosili di wilayah Bantul.
Adapun BR, 19, salah satu dari kelompok pelaku mengaku kenal dengan kelompok korban. Namun yang mengajak duluan untuk perang sarung diklaimnya adalah dari pihak korban, “Dari sana [kelmpok korban] dulu yang menantang, katanya ayo perang sarung,” kata BR.
Sementara TM, 14, dari kelompok korban membantah disebut menantang duluan. Menurutnya yang menantang terlebih dahulu adalah kelompok pelaku bahkan dua orang dari pihak korban yang mendapatkan pesan singkat melalui Whatsapp terkait ajakan perang sarung, “Sana yang menatang kami di WA [dapat pesan Whatsapp] ngajak perang sarung,” ucap TM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia aman hingga akhir 2026 meski konflik global memengaruhi harga energi.