Viral Meteor Hijau Melintas di Langit Jogja, Ini Penjelasan BRIN
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Intelijen Negara (BIN) DIY ikut angkat bicara terkait geger tindak kekerasan jalanan atau lazim disebut klithih di Jogja akhir-akhir ini. Klithih bahkan menjadi trending topic di medsos selama empat hari berturut-turut. BIN menegaskan klithih bukan sengaja didesain.
Kepala BIN DIY Brigjen Pol Andry Wibowo menjelaskan berdasarkan riset yang telah dilakukan di Jakarta, fenomena kejahatan jalanan atau disebut dengan klithih di Jogja merupakan fenomena di perkotaan.
Secara sosial kontrol terhadap anak kian berkurang, mereka biasanya dibiarkan di luar rumah pada malam hari, sehingga perlu penguatan seperti Jaga Warga di Jogja. Menurutnya kombinasi struktural dan sosial cukup efektif diterapkan di Jakarta Timur. Konsep penanganan itu dinilai tetap relevan menjadi model penanganan klithih di Jogja.
“Kalau riset kami dulu di Jakarta Timur itu memang ada problem dari struktural, dari pemerintah polisi dan sebagainya itu terjadi kekosongan atau gap antara ruang publik dengan kegiatan polisionil di malam hari. Sehingga kami waktu itu kami menambah kekuatan di malam hari dan melakukan kegiatan polisonil pada spot yang rawan terjadinya berbagai kejahatan termasuk remaja,” katanya.
Andry menegaskan kasus klithih yang terjadi di Jogja kemudian sampai trending topic selama berhari-hari di medsos menurutnya bukan by design atau setingan. Ia menilai faktanya memang ada kelompok masyarakat yang berada di jalur kejahatan butuh untuk ditangani melalui pendekatan hukum hingga pembinaan pencegahan kenakalan remaja.
“Saya kira ini bukan by design, artinya memang ada patologi sosial, ada masyarakat yang suka atau tidak suka melakukan perilaku menyimpang seperti penggunaan narkoba, mencuri dan sejenisnya. Ini adalah hasil riset saya, dan waktu itu diterapkan di Jakarta Timur dan waktu itu mengalami penurunan,” ujarnya.
BACA JUGA: Hamil Tua dan Terlilit Utang, Wanita Gasak Perhiasan Senilai Rp60 Juta
Ia menyatakan siap mendukung Pemda DIY dan Polda DIY melalui berbagai pemikiran penanganan klithih melalui berbagai pengalaman dalam menangani hal yang sama. Terkait kemungkinan adanya kelompok besar di balik klithih di Jogja, masih butuh riset lebih lanjut. Tetapi tindakan yang dilakukan pemuda itu biasanya terinspirasi dari berbagai sumber salah satunya pencarian jati diri pada remaja.
“Misalnya ada kelompok yang jika ingin merekrut anggota harus berani memukul atau menyerang, ini yang harus dicermati juga. Sehingga penguatan kekuatan kepolisian di malam hari melalui patroli, harus berani menegur ketika ada remaja nongkrong, suruh pulang, hubungi orangtuanya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
14 Juli: Hari Pajak Nasional, Hari Peduli Hiu, Hari Emmeline Pankhurst, dan Hari Pandemonium. Simak sejarah dan keunikan masing-masing peringatan.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 14 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Warga diminta mewaspadai udara kabur dan kondisi gelombang di pesisir se
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.