Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi pelecehan seksual/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL- Seorang perempuan di Bantul berinisial ANF, 30, warga di Kapnewon Sewon, Bantul, mengaku menjadi korban sexual harassment atau pelecehan seksual saat melakukan jogging atau lari pagi di Jalan Bantul, tepatnya di depan salah satu rumah makan di selatan simpang empat Kasongan, pada Kamis (7/4/2022) pagi lalu. Terduga pelaku saat ini masih dalam penyelidikan polisi.
ANF memaparkan kronologi pelecehan seksual yang dialaminya. Saat itu ia sedang lari pagi dari rumah menuju Jalan Bantul dan kembali ke Kasongan. Rute yang dilalui tersebut merupakan rute jogging yang biasa ia lakukan setiap jogging.
Namun pada Kamis itu terjadi peristiwa yang membuatnya trauma. Saat melintas di Jalan Bantul ia melihat seorang pria di depan salah satu warung makan di selatan simpang Kasongan. Dia pikir tukang parkir sehingga ia tidak menghiraukannya dan terus berlari pelan. Saat melewati pria tersebut ia merasa ada yang mengikuti.
BACA JUGA: Ceramah di Masjid UGM, Ini Perbedaan Isu yang Diangkat Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil
“Tiba-tiba pria itu menarik tangan saya. Saya refleks langsung saya tarik dan lari lebih kencang ke arah utara,” papar ANF, saat dihubungi Sabtu (9/4/2022). Setelah ia berlari dan berbelok ke arah barat atau arah Desa Wisata Kasongan, ia merasa masih ada yang mengikuti dan ternyata benar masih pria yang sama dan bilang, “Kak bonceng kak,” ucap ANF menirukan kata-kata pelaku.
ANF tidak menghiraukannya dan terus melarikan diri. Mantan jurnalis ini sempat meminta tolong kepada pengendara lain. Selain itu ia mengeluarkan ponsel untuk memotret pria itu sehingga pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega tersebut pun lari ke arah barat.
Ia merasa lega karena pelaku sudah pergi. Namun tidak di sangka di saat sampai di gang menuju rumahnya ia dicegat kembali oleh pria yang sama. Kali ini ia berusaha untuk melawannya sambil mengepalkan tangan sehingga pelaku lari ke arah selatan.
ANF curiga dengan pelaku tersebut sudah mengetahui rute jogging yang ia lakukan. Atas kejadian tersebut ia merasa trauma, “Kalau pergi ke luar saya sekarang diantar adik saya. Kalau sedang di jalan ada yang nyalip dari belakang perasaan deg-degan seperti mau dipepet,” ungkap ANF.
Ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bantul dengan nomor laporan polisi LP.B/329/IV/SPKT/Polres Bantul. Dalam laporan tersebut ia sudah menjelaskan ciri-ciri pelaku yakni perawakan tinggi, berkulit gelap, baju krem coklat, celana panjang hijau, dan mengenakan tas ransel. Selain itu pelaku juga mengenakan helm warna abu-abu dan sepeda motor Yamaha Vega
Ia sempat memotret pelaku dari belakang, namun sayangnya nomor polisi di motor tersebut tidak jelas terbaca karena plat nomor polisi ditekuk, “Harapannya pelaku segera tertangkap, dan tidak ada korban lainnya,” ucap ANF.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Archye Nevadha saat dimintai konfirmasi mengaku sudah menerima laporan korban dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, “Pelaku masih kita lidik,” ucap Archye.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Pemprov Jateng melibatkan kader posyandu untuk mempercepat registrasi Perlinsos Digital. Saat ini, sekitar 2 juta KK telah terdaftar.
Dishub Kota Jogja memetakan 10 ruas jalan rawan kecelakaan saat musim hujan dan menyiapkan pemantauan serta penanganan gangguan lalu lintas.
Museum Sandi meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 kategori museum berkat komitmennya melestarikan sejarah persandian nasional.
SD Negeri Kasihan Bantul meraih juara pertama nasional SSK Terbaik 2026 berkat integrasi pendidikan kependudukan dan keluarga selama tiga tahun.
Google diduga mengembangkan Tamba, aplikasi sosial eksperimental yang terhubung dengan YouTube dan memiliki fitur pesan pribadi serta obrolan grup.