RespiraTB Ciptaan Mahasiswa UII Bisa Pantau Gejala TBC Secara Real-Time
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA--Dokumen permohonan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan jalan tol Jogja-YIA (Gamping-YIA) telah diterima oleh Pemda DIY dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menjelaskan permohonan IPL tol Gamping-YIA telah diterima Pemda DIY dan diteruskan ke Gubernur DIY.
Surat itu masuk ke Pemda DIY pada pekan lalu. Selama sepekan ini akan dilakukan pemeriksaan berkas untuk memastikan kelengkapannya,
“Sudah masuk sepekan yang lalu ke Gubernur [Sri Sultan HB X], tahap selanjutnya kami lakukan pemeriksaan dokumen dari kami cek dulu kelengkapannya, lengkap atau tidak dokumen perencanaannya. Kami cek sehingga pada pekan ini kami akan ambil langkah jika sudah dilakukan pengecekan,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (12/4/2022).
Pemeriksaan dokumen tersebut tidak sekadar melihat bahwa dokumen yang diajukan tersebut sudah sesuai dalam persyaratan saja, tetapi juga mengkaji lebih jauh terkait isi dokumen yang diajukan untuk mendapatkan IPL.
Dia menambahkan jika dokumen itu ternyata masih ada yang kurang, maka Pemda DIY akan mengembalikan untuk bisa segera dilengkapi.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, maka Pemda DIY akan membentuk tim persiapan untuk penerbitan IPL Tol Jogja-YIA. Krido belum dapat memastikan kapan IPL tersebut akan diterbitkan.
“Harapan kami pekan ketiga April ini kami sudah mengadakan rapat pembentukan tim persiapan. Itu baru kami lakukan setelah dokumen yang diajukan itu lengkap. Kalau kurang diminta melengkapi. Tata kalanya sama, dokumen perencanaan terbit lengkap kami baru mengadakan pembentukan tim persiapan untuk penerbitan IPL, kami belum bisa memastikan waktunya [selesai terbit IPL],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Program JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan di minimal 10 provinsi melalui bantuan JKK dan JKM selama enam bulan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.