Nelayan Bantul Beralih Tangkap BBL, Produksi Ikan Diprediksi Melambat
DKP Bantul memperkirakan produksi ikan tangkap 2026 belum mencapai target karena nelayan lebih memilih menangkap benih bening lobster (BBL).
Garis polisi terpasang di sekitar TKP insiden penusukan yang terjadi di wilayah Pakuncen, Wirobrajan pada Rabu (13/4/2022) pagi/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Insiden penusukan di wilayah Pakuncen, Wirobrajan yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) pagi hingga berujung pada meninggalnya korban disebut warga terjadi begitu cepat. Tidak ada teriakan minta tolong dari korban pada saat cekcok berlangsung.
Tri Lestari, 41, warga setempat mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 06.50 Wib tadi pagi. Ia sempat mendengar suara cekcok dari kediaman Sigit Setiawan yang hanya berjarak satu rumah dengan tempat tinggalnya. "Pas saya lihat ke sana langsung saya usir pelaku dan bilang jangan buat keributan di sini," kata dia.
Pelaku langsung jalan santai saat diusir oleh Tri. Dia tidak kabur atau merasa bersalah atas tindakannya itu. Setelah keluar rumah, pelaku langsung menaiki sepeda motornya dan memacu kendaraan itu. "Pelaku malah jalan dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa," ungkapnya.
BACA JUGA: Warga Kasihan Tewas Dihujani Tusukan Pisau Warga Pakuncen
Setelah pelaku kabur, Tri kemudian memastikan kondisi Sigit yang juga merupakan adik kandungnya. Lantas, pandangannya tertuju pada korban yakni Budi Utomo yang tengah duduk di kursi dengan luka di sekujur tubuh. Ia mengira darah itu hanya luka biasa dan bukan akibat tusukan.
"Kemudian korban terjatuh dari kursi dengan posisi telungkup dan sempat meminta agar dibawa ke rumah sakit," kata Tri.
Dia menambahkan, korban sebenarnya berteman dengan pelaku. Mereka merupakan rekan satu sekolah sewaktu SMK dulu. Korban di waktu lalu juga sering main ke kediaman Sigit, namun belakangan sudah tak pernah. "Korban sudah lima tahun tidak pernah ke sini, makanya heran juga pas lihat dia datang tadi pagi," ucapnya.
Sementara, Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, polisi memastikan bahwa kasus ini telah ditangani. Pihaknya telah delapan kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa tiga saksi mata yang menyaksikan secara langsung insiden penusukan itu.
"Pelaku sudah diidentifikasi berinisial W, 42 tahun," kata dia.
Ade menyampaikan, korban tewas akibat luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri dan juga bahu kanan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Saat ini TKP telah terpasang garis polisi.
"Kami minta agar pelaku menyerahkan diri dan bagi masyarakat yang melihat keberadaannya bisa langsung melaporkan ke Polda, Polresta atau Polsek setempat," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKP Bantul memperkirakan produksi ikan tangkap 2026 belum mencapai target karena nelayan lebih memilih menangkap benih bening lobster (BBL).
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.