Advertisement

Jogja Bersiap Menerima Pemudik dan Wisatawan

Sirojul Khafid
Minggu, 24 April 2022 - 12:37 WIB
Budi Cahyana
Jogja Bersiap Menerima Pemudik dan Wisatawan Haryadi Suyuti (tengah) dalam apel kesiapsiagaan menjelang Idulfitri di Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (22/4/2022). - Ist/Pemkot Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi penekanan menjelang arus mudik dan libur Idulfitiri di Kota Jogja. Terlebih, saat ini wilayah DIY masuk dalam PPKM Level 2.

BACA JUGA: Tips dari Kapolri Agar Terhindar Macet di Tol Saat Mudik

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, meski kasus positif Covid-19 cenderung landai, masyarakat tidak boleh abai apalagi menyepelekan prokes.

“Tidak ada orang yang pengin sakit dan orang sakit yang ingin menulari yang lain. Di satu sisi turunnya level PPKM menggembirakan, namun di sisi lagi kami perlu bekerja lebih ekstra keras. Menjelang H-7 Idulfitri kami siapkan ambulans, mobil vaksin, dan lainnya di Malioboro,” kata Haryadi, Jumat (22/4/2023).

Apabila nantinya ada kerumunan di beberapa tempat, petugas keamanan akan mengimbau untuk bubar. Hal ini untuk kebaikan bersama. “Selain itu, vaksinasi booster juga terus kami galakkan,” katanya.

Pada arus mudik atau libur Idulfitri tahun 2022, ada potensi empat juta kendaraan yang masuk ke Jogja dan sekitarnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, mengatakan, wilayah Kota Jogja yang kecil tidak bisa menampung jumlah kendaraan tersebut.

“Kami akan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Karena jelas kalau dikatakan cukup, tidak akan pernah cukup, kalau dibilang manajemen lalu lintasnya apa yang paling ideal adalah tidak ada kemacetan,” kata Agus, “Tapi kalau secara volume kan bertambah hampir empat juta, dan kalau malam hari mau beli oleh-oleh ke Malioboro, mau enggak mau pasti ada peningkatan volume kendaraan, makanya harus pakai transportasi publik baik yang online maupun yang sudah ada rute.”

Prediksi kepadatan lalu lintas masih di sekitar Tugu Jogja, Malioboro, dan Kraton. Apabila kendaraan membeludak di salah satu ruas jalan, rekayasa penutupan jalan memungkinkan dilakukan. “Misalnya di Jalan Mangkubumi sudah tidak bisa lagi ke Malioboro, kalau dipaksa kan pasti buntu, harus dialihkan,” katanya.

Penyiapan tempat parkir juga menjadi perhatian. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan tempat parkir di tempat-tempat yang populer untuk wisata akan diatur sedemikian rupa. Tidak menutup kemungkinan penambahan lahan parkir seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti pembukaan lahan di Gor Amongrogo dan sekitar Kompleks Kepatihan.

“Kami juga menata untuk yang taksi-taksi online, supaya nanti tidak banyak yang mangkal di seputaran Malioboro. Mereka bisa mangkal agak jauh supaya memberikan kesempatan bagi parkir-parkir mobil lebih leluasa. Kami berharap potensi parkir di sekitar Malioboro bisa dimaksimalkan,” kata Heroe.

BACA JUGA: Kapan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2022? Ini Penjelasan BRIN

Agar memperlancar lalu lintas, segala pekerjaan yang menyangkut jalan raya sudah diatur mulai setelah Idulfitri, sehingga perjalanan masyarakat di masa-masa padat tidak terganggu.

“Kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder, di samping menyiapkan destinasi wisata beserta alur transportasinya, kami juga siapkan tim gugus di kemantren untuk mengurai kerumunan di wilayahnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Subsidi Program Biodiesel Dinilai Untungkan Korporasi Besar

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement