Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY, Irjen Pol Asep Suhendar menyebutkan, pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap mahasiswa berinisial DTP yang jadi korban pembakaran. Ia menyebut, modus operandi yang dilakukan para pelaku juga tergolong baru.
"Setiap kejahatan yang menyangkut manusia pasti kami perhatikan. Apalagi ini kejadian yang jarang terjadi. Modus operandinya saya kira enggak pernah terjadi, orang bawa bensin lalu disiram dan dibakar," kata Asep ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Senin (25/4/2022).
Korban merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta di Jogja yang menjadi korban pembakaran oleh sejumlah rekannya pada 23 Maret lalu. Aksi itu dipicu lantaran persoalan sepele yakni masalah knalpot dan ikan.
Kapolda menambahkan, saat ini terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi juga telah mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembakaran itu.
BACA JUGA: Cegah Kemacetan, Sultan Minta Pemudik Bukan Tujuan Jogja Tidak Lewat Jalur Kota
"Pembakaran mahasiswa udah ketangkap. Berapa orang, saya gak ngerti datanya," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa Polda DIY akan berupaya maksimal apabila terdapat kejadian tindak kriminal yang terjadi di wilayah setempat. "Nanti kami rilis. Mudah-mudahan beberapa hari ini tertangkap semua," kata dia.
Kapolsek Mergangsan, Kompol Rachmadiwanto mengatakan petugas telah berhasil menangkap para terduga pelaku pembakaran itu. "Nanti akan dirilis di Polda. Polsek masih pengembangan, sudah tertangkap pelakunya masih kurang 1 orang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.