Advertisement

H-7 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bantul Mulai Meroket

Catur Dwi Janati
Senin, 25 April 2022 - 17:17 WIB
Arief Junianto
H-7 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bantul Mulai Meroket Salah seorang pedagang ayam di Pasar Imogiri sedang melayani pembeli. Selasa (19/6/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Harga sejumlah bahan pokok di pasaran terus melonjak pada H-7 Lebaran. Kenaikan harga bahan pokok akan berlangsung selama Lebaran dan baru turun beberapa hari setelahnya.

Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Zuhriyatun Nur Handayani menyampaikan ada beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Piknik ke Parangtritis saat Lebaran, Waspada Penerapan Sistem Satu Arah

Perempuan yang akrab disapa Nani itu menerangkan beberapa komoditas yang kini tengah mengalami kenaikan harga di antaranya gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging ayam, daging sapi dan telur ayam.

"Misalnya seperti gula pasir naiknya sedikit-sedikit, sekarang sudah mencapai Rp14.000 per kilogram di pasar. Dulunya HET-nya Rp12.500, tetapi sekarang sudah Rp13.500, kalau di pasaran sudah Rp14.000. Ini sudah kurang lebih satu bulanan," ucap Nani, Senin (25/4/2022).

Pada komoditas minyak goreng kemasan, harga rata-rata di pasaran disebutkan Nani telah mencapai Rp24.600 per liter. "Jadi di kisaran Rp23.000 - Rp25.000 per liter," tandasnya.

BACA JUGA: Siap-Siap, Salat Id di Gumuk Pasir Bakal Direstui Pemerintah Tahun Ini

Kenaikan cukup tinggi terjadi pada komoditas tepung terigu. Diterangkan Nani, harga tepung terigu dulunya di kisaran Rp9.000 per kilogram. Sementara saat ini harga tepung terigu telah mencapai Rp11.000 per kilogram atau naik Rp2.000 dari harga sebelumnya. 

"Kalau untuk daging sapi, telur ayam, sama daging ayam itu cenderung karena permintaan naik, mendekati Idul Fitri sama selama bulan puasa ini," ujarnya.

Dijelaskan Nani, pekan lalu Paguyuban Pedagang Daging Sapi Segoroyoso (PPDS) Bantul telah mengeluarkan edaran kenaikan harga daging sapi. Kenaikannya mencapai Rp10.000 per kilogramnya. "Dari Rp125.000 - Rp130.000 menjadi Rp140.000 per kilogram sekarang," jelasnya.

Sementara itu pada komoditas daging lainnya yakni daging ayam, harga satu kilogram daging ayam kini dibanderol Rp36.600 per kilogram di pasar-pasar pantauan. Sedangkan untuk telur ayam kini dihargai Rp23.800 per kilogram. "Naiknya sedikit lah, enggak banyak kalau daging ayam dan telur," ucap dia.

Dari tren-tren tahun sebelumnya, Nani memprediksi harga bahan pokok baru akan mengalami penurunan setelah lebaran. "Karena nanti puncaknya biasanya saat lebaran, saat hari kemenangan biasanya pada masak," ujarnya.

Lurah Pasar Imogiri, Suharsono juga menambahkan bila aktivitas jual beli di pasar makin menggeliat H-7 lebaran. Suharsono mempediksi puncak penjualan sembako akan terjadi pada H-1 dan H-2 lebaran. "Biasanya itu, kalau enggak nanti malah H+3 sampai H+5. Karena mereka mau enggak mau stok persediaan sembako makin menipis," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

OJK Cabut Izin Bank Bagong

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement