Adhi Karya Bagi Susu Gratis ke Siswa SD Terdampak Tol Jogja Solo
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Jemaah bersiap mengikuti Salat Id di gumuk pasir Parangtritis, Bantul, Rabu (5/6/2019).- Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Salah satu kegiatan ikonik saat Lebaran di Bantul, yakni Salat Id di gumuk pasir, Parangtritis yang dua tahun terakhir tak mendapatkan izin, tahun ini kemungkinan akan digelar.
Panewu Kretek, Cahya Widada menerangkan dalam aturan penyelenggaraan ibadah selama Ramadan dan Idulftri, Salat Id diperbolehkan digelar. Dengan catatan, protokol kesehatan dan pembatasan masyarakat diberlakukan. "Jadi tidak ada pelarangan," kata dia, Sabtu (23/4/2022) petang.
BACA JUGA: Meracik dan Merakit Petasan, 8 Pelajar di Bantul Digelandang Polisi
Merujuk aturan tersebut, Cahya memandang nantinya pasti akan dilaksanakan Salat Id di masjid atau pun di lapangan. "Nanti [Salat Id] di gumuk pasir pasti ada. Namun sampai dengan saat ini, izin pengajuan permohonan izin dari penyelanggara kepada kami belum kami terima," ujarnya.
Panitia penyelenggara Salat Id harus memperhatikan dua hal terkait dengan pencegahan Covid-19. Hal pertama yang yakni adanya pembatasan kegiatan masyarakat, jadi kegiatan salat Id diantaranya tidak boleh bersalaman hinga jaga jarak di dalam safnya.
"Terus protokol kesehatan itu harus dilaksanakan. Di antaranya memakai masker, terus di situ ada hand sanitizer, jadi prokes sama pembatasan kegiatan masyarakat itu harus dilaksanakan pada saat penyelenggaraan ibadah Salat id dimana pun, di lapangan atau masjid," ucap dia.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gelar Pasar Murah, Harga Migor Rp20.000
Sehingga, seandainya ada warga yang mengajukan ke Satgas Covid-19 tingkat Kapanewon, rekomendasi yang akan dikeluarkan Cahya juga akan mengacu pada Instruksi Bupati tentang dua hal tersebut. "Jadi pembatasan kegiatannya dalam satu tempat itu maksimal 50 persen dari kapasitas," jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Cahya mengakui ada salah satu organisasi Islam beraudiensi dengan pihaknya. Dalam audiensi itu, ada dua hal yang dibahas, yakni penyelenggaran takbir keliling dan pelaksanaan Salat Id.
"Baru audiensi, untuk takbir keliling karena kita mengacu pada instruksi tidak diperbolehkan kami menjawab tidak boleh. Tapi mereka juga akan nengadakan kegiatan Salat Id di gumuk pasir di antaranya. Silahkan, mengacu pada dua hal, prokes dan pembatasan kegiatan masyarakat," terangnya.
Cahya berharap panitia penyelenggara segera mengajukan rekomendasi kepada pjhak Kapanewon selaku Satgas Covid-19 di tingkat Kapanewon. "Biar nantinya semuanya aman. Tetapi sampai saat ini kita belum memerima surat resminya tapi audiensinya sudah," tandasnya.
"Mungkin minggu depan masuk permohonan izin dari penyelanggara."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.