Tebing Breksi Bersiap Hadapi Puncak Wisatawan Libur Lebaran

Sejumlah pengunjung berwisata di Tebing Breksi, Selasa (3/5/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
03 Mei 2022 18:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kunjungan ke Tebing Breksi mulai meningkat sejak H-1 Lebaran. Diprediksi puncak kunjungan wisata ke salah satu destinasi primadona di Sleman ini akan terjadi pada akhir pekan setelah lebaran.

Ketua Pengelola Tebing Breksi, Widiyanto Kholiq, menjelaskan kunjungan wisatawan pada bulan Ramadan sangat rendah, yakni sekitar 200-300 orang per hari. "H-1 lebaran kemaren 650. Terus hari H lebaran kami buka dari siang, sudah ada 1.200 pengunjung," ujarnya, Selasa (3/5/2022)

Pada H+2 lebaran diperkirakan jumlah kunjungan mencapai 3.000 orang, dengan waktu kunjungan paling banyak di sore hari. Kemudian puncak kunjungan wisata libur Lebaran diprediksi akan terjadi pada akhir pekan setelah lebaran, yakni 7 dan 8 Mei.

Untuk menyambut kunjungan wisata selama libur Lebaran, pengelola Tebing Breksi akan menggelar pertunjukan bertajuk Ba'da neng Breksi. "Ini yang ke empat. Seharusnya ke enam, tapi karena dua tahun libur karena pandemi, jadi sekarang masih yang ke empat," ungkapnya.

Baca juga: 3 Pos Pantau di Kawasan Hutan Pinus Mangunan Disiapkan

Dalam kegiatan ini, akan berlangsung pertunjukan seni potensi lokal di dua panggung, pada 4-10 Mei. Beberapa pengisi pertunjukan di antaranya jatilan, tari, band dan lainnya. "Yang panggung depan dari pagi ada. Kalau belakang sore saja," katanya.

Untuk akses masuk, pengelola juga menyiapkan rekayasa jalur jika terjadi kepadatan lalu lintas di sepanjang akses Tebing Breksi. "Kalau sudah terlalu padat kita keluarkan, di pertigaan-pertigaan, sudah kami siapkan petunjuk arah," ungkapnya.

Disiapkan pula petugas yang akan mengarahkan kendaraan ke jalur-jalur alternatif tersebut. Selain mengarahkan, petugas yang bekerja sama dengan Karangtaruna setempat juga akan membantu kendaraan yang sedang mengantre di tanjakan.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Berdasarkan pengalaman selama ini, di saat libur panjang menurutnya banyak pengemudi yang belum mahir di jalur tanjakan Tebing Breksi. "Munigkin belum terbiasa di tanjakan. Atau dia nyopir belum lama," kata dia.