Inflasi April 2022 di DIY Tertinggi Selama Pandemi sejak 2020

Pedagang beras di Pasar Prawirotaman melayani pembeli, Senin (29/3/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
09 Mei 2022 18:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DIY mencatatkan inflasi tertinggi pada April 2022, sejak terdampak pandemi Covid-19 pada 2020. Inflasi pada April 2022 tercatat 1,14%, andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah bensin naik sebesar 8,28%.

“Angka ini termasuk tertinggi sejak 2020, karena dampak pandemi ekonomi menurun. Berdampak tingkat inflasi yang sangat rendah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Sugeng Arianto, Senin (9/5/2022).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2022 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi di antaranya bensin naik 8,28% dengan memberikan andil 0,27%.

Selanjutnya, bahan bakar rumah tangga naik 4,21% dengan memberikan andil 0,11%, minyak goreng dan angkutan udara naik 9,39% dan 6,41% dengan memberikan andil masing-masing 0,09%.

Daging ayam ras naik 8,50% dengan andil 0,07%.
Mobil, dan kontrak rumah naik 2,22%, dan 0,88% dengan andil masing-masing 0,05%. Mi dan telur ayam ras naik 2,64% dan 3,67% dengan memberikan andil masing-masing 0,03%. Gado-gado, bawang putih, sabun detergen bubuk/cair, sabun mandi, sepeda motor, tahu mentah, shampo, dan tarif kereta api naik 5,38%, 7,01%, 3,83%, 8,40%, 1,01%, 5,16%, 3,58%, dan 3,03% dengan memberikan andil masing-masing 0,02%.

“Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi di antaranya cabai rawit turun 27,22 persen dengan memberikan andil -0,04 persen. Cabai merah dan bawang merah turun 10,35 persen dan 7,24 persen dengan andil -0,02 persen," terang Sugeng.