Advertisement

Jogja Cross Culture 2022 Digelar, Ini Seniman yang Hadir

Sirojul Khafid
Kamis, 12 Mei 2022 - 20:57 WIB
Arief Junianto
Jogja Cross Culture 2022 Digelar, Ini Seniman yang Hadir Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi saat jumpa pers di Teras Malioboro 2, Kamis (12/5/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja tumbuh dengan identitas budaya yang kuat. Tidak hanya berasal dari satu jenis budaya, namun perkembangan Kota Jogja juga berasal dari lintas budaya. Salah satu cerminan percampuran budaya dengan adanya kegiatan Jogja Cross Culture (JCC).

JCC merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kota Jogja dengan budayawan serta seniman, baik dari Jogja maupun luar Jogja dalam bentuk tarian. Tidak hanya itu, seniman luar negeri juga turut berpartisipasi dalam memperkenalkan karyanya, terutama yang berkembang di Jogja dari masa ke masa. 

BACA JUGA: Gudang Mebel di Jalan Lowanu Terbakar, Pemadaman Makan Waktu Lebih dari 2 Jam

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, mengatakan, gelaran tahun ini mengambil tema Sulih, Luwih, Pulih. Tema ini menggambarkan saat seseorang berpindah dan beradaptasi dalam keadaan baru yang lebih baik, dia akan berusaha untuk pulih dan sembuh dari situasi yang lama. Sembari pulih, seseorang juga berusaha supaya terus berkembang menjadi lebih baik lagi, atau dalam Bahasa Jawa disebut Luwih.

“Ini adalah momentum yang sangat bangus untuk semakin menguatkan predikat Jogja sebagai kota budaya. Selain itu, sesuai dengan tema yang diambil, semoga kegiatan ini juga jadi titik balik kegiatan seni dan budaya yang makin bervariasi,” kata Yetti dalam jumpa pers di Teras Malioboro 2, Danurejan, Jogja, Kamis (12/5/2022).

Digelar selama dua hari, yakni 14-15 Mei 2022, JCC menampilkan perwakilan seniman dari 14 kemantren se-Kota Jogja.  Selain itu, ada juga penampilan dari siswa SMKN 1 Kasihan Bantul, Magister Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Jogja, dan sejumlah pelaku dari komunitas seni budaya yang ada di Jogja, seperti Agung Gunawan, Sagitama, Erson Padapiran, Sabina Tisa, dan Boedhi Pramono. 

BACA JUGA: Muhadjir Sebut Covid-19 Bukan Lagi Ancaman untuk Indonesia

Sementara seniman yang berasal dari luar DIY, di antaranya adalah Tony Yap (Australia); Cristina Duque (Ekuador); I Ketut Rina (Bali); serta Deden Bulenk dengan Bongkeng Arts Space (Bandung).

JCC 2022 berlangsung secara hibrida. Gelaran online bisa disaksikan melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kota Jogja pada 14 Mei 2022, sedangkan kegiatan luring akan digelar di Teras Malioboro 2 pada 15 Mei 2022. 

Advertisement

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan, JCC 2022 merupakan salah satu bentuk optimisme Kota Jogja untuk menjadi pusat pengembangan seni dan budaya. Bukan hanya budaya Jawa atau budaya Indonesia saja, tapi juga lintas budaya antarnegara di dunia.

“Ke depannya JCC ini sangat mungkin akan dijadikan sebagai indikator dan referensi para seniman dan budayawan di dunia berkaitan dengan perkembangan seni dan budaya. Dengan adanya JCC ini juga bukan hanya seniman dan budayawan saja yang terlibat, tapi juga masyarakat secara umum yang pada akhirnya terpapar serta teredukasi terkait pertumbuhan seni dan budaya yang terjadi,” kata Heroe.

Program Director Jogja Cross Culture 2022, RM Altiyanto Henryawan menyampaikan bahwa konsep JCC 2022 mengutamakan kolaborasi dan keberagaman. Mulai dari pertunjukan dramatari musikal dari 14 kemantren, penampilan live dan streaming street art, visualisasi lagu-lagu yang bertemakan Jogja, flashmob para Pedagang Kaki Lima Malioboro, dan Drummer Guyub Jogja (DGYK), serta Sarkem Percussion.

Advertisement

“Banyak pihak yang terlibat untuk menggayengkan JCC kali ini, termasuk sanggar-sanggar seni, partisipan dari luar negeri itu ada dari Ekuador, akademisi, seniman dan budayawan, kemantren, komunitas, dan pastinya Pemerintah Kota Jogja. Kami optimis kalau kolaborasi yang beragam ini bisa menghasilkan karya yang positif,” kata Altiyanto.

Sejak kali pertama digelar pada 2019, JCC menjadi agenda tahunan yang didukung oleh Dana Keistimewaan (Danais). Pada 2020 dan 2021, JCC berlangsung secara online lantaran masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Ingatkan Penjabat Jangan Korupsi Anggaran untuk Program Kesejahteraan Petani

News
| Minggu, 25 September 2022, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement