Pelajar Gunungkidul Didorong Melek Politik dan Pahami Etika Demokrasi
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo (tengah) saat meninjau salah satu destinasi wisata saat periode libur Lebaran, Minggu (8/5/2022) - Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Momentum libur Lebaran mendatangkan berkah dan dampak yang positif bagi seluruh insan pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah DIY. Kebijakan diperbolehkannya mudik pada Lebaran 2022 juga menjadi salah satu penyebab DIY kebanjiran wisatawan dan pengunjung.
Dinas Pariwisata setempat bahkan mencatat, sedikitnya 1,3 juta lebih wisatawan berkunjung ke DIY di rentang 29 April sampai 8 Mei lalu. Beberapa wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata populer. Selain itu juga ke wisata alam, budaya dan wisata buatan yang ada di wilayah itu.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, setelah periode libur Lebaran berakhir 8 Mei lalu sejumlah tempat wisata masih ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini dimungkinkan akibat adanya kebijakan bekerja dari rumah atau WFH di sejumlah daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Dampak WFH memang ada ya, karena di hari Minggu kemarin saya lihat di kawasan Mangunan, Patuk, itu masih cukup ramai dan mungkin ini imbas dari diperpanjangnya waktu untuk arus balik," kata Singgih, Selasa (10/5/2022).
Menurutnya dampak positif yang dirasakan oleh sektor pariwisata tentu pendapatan yang melonjak. Selain itu, sektor ikutan lain semisal ekonomi kreatif seperti kuliner, kerajinan dan oleh-oleh juga ketiban berkah dengan kondisi tersebut.
"Terutama untuk ekonomi kreatif yang ada kerajian, kuliner dan fesyen. Di kuliner memang luar biasa antusiasme wisatanya. Termasuk fesyen dan ekraf. Ketiga komoditas itu memang laris manis di waktu libur Lebaran kemarin," ujarnya.
Singgih berharap kondisi seperti ini tetap terjaga agar sektor pariwisata yang menjadi tumpuan penggerak ekonomi di DIY bisa bangkit dan berkembang kembali.
"Hampir semua kebagian rezeki dan saya berharap semoga situasi seperti ini akan terus terjaga supaya pariwisata kita bisa lebih stabil, tumbuh dan berkembang lagi," imbuhnya.
Salah satu penjual gudeg di kawasan Wijilan, Tari Widodo menyebutkan, omzet penjualan gudeg sejak awal libur Lebaran meningkat hingga lima kali lipat. Tak hanya itu, rata-rata dalam sehari Tari harus menyediakan dua kuintal nangka muda yang menjadi bahan menu gudeg.
"Ramai banget liburan ini, penjualan kita naik hingga lima kali lipat. Dalam sehari bisa ratusan pengunjung yang datang," ungkapnya.
Menurut Tari, sebagian besar wisatawan yang datang berasal dari kota di Jawa Barat seperti Bandung, Tasikmalaya, kemudian Jakarta dan juga Jawa Tengah. Sebagian lagi dari Jawa Timur dan dari Luar Jawa.
"Selain makan di tempat ada juga yang buat oleh-oleh dengan bentuk gudeg kendil atau gudeg kaleng, karena kini gudeg bisa tahan lama dan dikirim hingga sampai ke luar kota," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.