Advertisement

Prediksi 23 Mei: Jogja dan Provinsi Lain Hujan Lebat Disertai Petir

Bernadheta Dian Saraswati
Senin, 23 Mei 2022 - 10:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Prediksi 23 Mei: Jogja dan Provinsi Lain Hujan Lebat Disertai Petir Ilustrasi petir - Ist/The Independent

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jogja, berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada hari ini Senin (23/5/2022). 

Dilansir dari Antara-jaringan Harianjogja.com, dalam peringatan dini cuaca yang diakses dari Jakarta, Senin, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dapat turun di wilayah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jogja dan Jawa Timur.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Daerah lain yang juga berpotensi mengalami hujan lebat adalah yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

Sementara wilayah di Papua diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas lebih ringan dan angin kencang berpotensi terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Sudah Masuk Kemarau, DIY Masih Sering Dilanda Hujan, Ini Penyebabnya

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, hujan ringan diprakirakan turun di Jakarta Barat pada siang hari sementara Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dapat mengalaminya pada siang, malam dan dini hari.

Wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan BMKG mengalami hujan ringan pada dini hari.

BMKG juga memperingatkan sejumlah wilayah masuk dalam kategori waspada dampak dari hujan lebat seperti terjadinya banjir. Kategori waspada pada hari ini diberikan kepada Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Advertisement

Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih mungkin terjadi hingga Juli mendatang.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menjelaskan saat ini sebagian wilayah DIY sudah memasuki awal musim kemarau dan sebagian masih pancaroba. “Sebagian DIY wilayah tengah ke atas sampai utara masih pancaroba,” ujarnya, Sabtu (21/5/2022).

Di DIY kata dia, memang tidak bersamaan memasuki awal musim kemarau. Ada yang justru maju satu dasarian atau 10 hari dari normalnya seperti Kulonprogo dan Bantul wilayah selatan. Tapi untuk Gunungkidul selatan sama dengan normalnya. “Yang mundur Gunungkidul wilayah utara, Kulonprogo wilayah barat dan Sleman wilayah barat,” katanya.

Advertisement

Seluruh wilayah DIY akan memasuki awal musim kemarau pada Juni nanti. Meski demikian, potensi hujan bahkan cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi. Hal ini disebabkan oleh setidaknya dua faktor. Pertama masih hangatnya suhu permukaan laut di sekitar Indonesia khususnya Jawa.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bukan soal RUKHP, Inikah Motif Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar?

News
| Rabu, 07 Desember 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Malam Pergantian Tahun, Hotel-Hotel di Bantul Siapkan Gala Dinner dan Live Music

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 17:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement