Advertisement

Potensi Antarkomunitas Relawan di Mlati Sleman Akan Disinergikan

Abdul Hamied Razak
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Potensi Antarkomunitas Relawan di Mlati Sleman Akan Disinergikan Jambore dan Syawalan Komunitas Relawan se Kapanewon Mlati terkait penanggulangan kebencanaan di Basecamp Rescue 325 Kaliurang, Minggu (23/5/2022) - ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengoptimalkan kerja-kerja relawan kebencanaan, maka potensi antarkomunitas relawan perlu disinergikan. Dengan demikian, kerja relawan kebencanaan akan semakin solid dan masif untuk membantu masyarakat.

Panewu Kapenawon Mlati Arifin mengatakan di wilayah Mlati terdapat sekitar 30 komunitas relawan baik tingkat kalurahan maupun padukuhan. Dari jumlah tersebut, tercatat 17 komunitas relawan kebencanaan. "Untuk semakin menyolidkan kerja-kerja para relawan kebencanaan, kami menggelar Jambore dan Syawalan Relawan se Kapanewon Mlati," ujarnya, Senin (23/5/2022).

Kegiatan tersebut, katanya, digelar selama dua hari pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Basecamp Rescue 325 Kaliurang tersebut diikuti sebanyak 150 relawan tanggap bencana. Dalam Jambore itu, para relawan diberi materi peta potensi bencana di wilayah Sleman seperti bencana erupsi Merapi, banjir lahar dengan kemampuan mitigasi bencana.

Baca juga: Sultan Optimistis Tol Jogja & Wisata Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi

"Kami berharap potensi relawan Mlati dengan total 30an komunitas ini bisa disinergikan untuk membantu masyarakat dalam penanggulangan kebencaan," ungkapnya didampingi Penasihat Rescue 328 Andi S dan Ketua Rescue 328 Muhammad Supriyanto.

Menurut Penasihat Rescue 328 Andi S menambahkan Jambore tersebut mengangkat tema Relawan Mlati, Bangkit, Solid Sesarengan Mbangun Sleman. Materi yang diberikan kepada relawan berupa mitigasi kebencanaan, PPGD dari PMI Sleman, Urban SAR atau vertical rescue dari SARDA dan lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan kemampuan relawan.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 30 chainshaw (gergaji mesin) pada relawan. Andi berharap, bantuan gergaji mesin tersebut dapat membantu relawan saat turun ke lokasi bencana. "Kalau ada pohon-pohon tumbang menghambat jalan dengan chainsaw mitigasi bencana bisa diselesaikan lebih cepat," jelasnya.*

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Wow! Ada Gelar Budaya di Kaliurang

Wow! Ada Gelar Budaya di Kaliurang

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

14 Agustus Hari Pramuka, Ini Sejarahnya

News
| Minggu, 14 Agustus 2022, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement