Pilur Gunungkidul Digelar September, 230 TPS Disiapkan
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Ilustrasi aktivitas nelayan di Pantai Gesing./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pembangunan pelabuhan Gesing diharapkan bisa menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Hudi Sutamto mengatakan, saat infrastruktur pelabuhan dibangun, harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) khususnya nelayan lokal sehingga bisa berperan lebih pada saat pelabuhan dioperasikan.
“Istilahnya jangan sampai nelayan lokal hanya jadi penonton. Contohnya di Pelabuhan Sadeng malah banyak berasal dari nelayan Cilacap. Jadi memang butuh persiapan agar nelayan lokal bisa merasakan dampak dari keberadaan pelabuhan baru,” katanya.
BACA JUGA: Rusunawa Karangrejek Belum Terisi Penuh, DPUPRKP batal Bangun Rumah Susun Baru
Hudi mengungkapkan, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul harus menyiapkan SDM sedari sekarang. Terlebih lagi, lanjut dia, peningkatan kapasitas SDM juga butuh perjuangan karena antusias para nelayan lokal masih butuh ditingkatkan.
“Memang butuh mental yang kuat karena berlayar untuk penangkapan tidak hanya sehari atau dua hari, tapi bisa mencapai mingguan. Jadi memang harus benar-benar dipersiapkan untuk memaksimalkan potensi yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.