Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi lambang Pancasila./Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Pancasila. Pada 1 Juni 1945, Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia diperkenalkan kali pertama oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI.
Atas dasar peristiwa itulah, salah satu organisasi masyarakat berbasis pemuda di DIY, Barikade 98 DIY mencanangkan Juni 2022 sebagai Bulan Pancasila.
Melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (6/6/2022), Barikade 98 berharap dengan peringatan Bulan Pancasila mampu mendorong pemuda untuk siap menjadi garda terdepan dalam menjaga dan membela Pancasila sebagai ideologi sekaligus pemersatu bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Teladani Perjuangan Bung Karno, PDI Perjuangan DIY Adakan Pagelaran Wayang Republik
Guna mengisi Bulan Pancasila, Barikade 98 DIY menggelar dengan berbagai kegiatan, di antaranya Diskusi Kebangsaan, kunjungan ke tokoh tokoh pemuka agama dan kepercayaan di DIY, aksi damai untuk merespons isu terkini baik lokal maupun nasional, serta aksi sosial pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Tepat pada 6 Juni, yang juga merupakan hari lahir Bung Karno, kami menggelar aksi damai dan aksi sosial Bulan Pancasila di Kawasan Tugu Yogyakarta tepatnya di sebelah utara Jalan Mangkubumi/Jalan Margo Utomo," kata Ketua Barikade 98 DIY melalui rilisnya, Senin.
Aksi damai tersebut diikuti puluhan anggota Barikade 98. Pada saat aksi berlangsung, peserta aksi mengibarkan bendera Merah Putih dan membentangkan spanduk dengan bertuliskan Bongkar Semua Praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kesempatan tersebut Barikade 98 DIY menyampaikan pernyataan sikap mereka terkait dengan adanya kasus dugaan korupsi oleh pajabat dan mantan pejabat Kota Jogja. Selain itu, Barikade 98 DIY juga membagikan ratusan paket sembako kepada pekerja di seputaran kawasan Tugu Jogja.
BACA JUGA: Anak Muda DIY Diberi Ruang Ekspresi di Balai Budaya
Menurut Barikade 98 DIY, dugaan kasus korupsi merupakan salah satu bentuk ulah anti-Pancasila, merugikan masyarakat dan mencederai semangat membumikan nilai nilai Pancasila di Jogja yang sedang gencar digalakkan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Korupsi, kata mereka, membuat keadilan sosial dan rasa kemanusiaan terabaikan. Sebagai contoh akibat praktik korupsi pejabat dengan mudahnya mengizinkan pembangunan hotel dan apartemen secara masif tanpa memikirkan dampak lingkungan dan masyarakat.
Salah satu efek buruknya bagi masyarakat adalah semakin langkanya air bersih di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.