Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN- Pencapaian vaksinasi dosis ketiga untuk wilayah Sleman masih belum mencapai 50% dari jumlah penduduk. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.
Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), total Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman per 5 Juni 2022 mencapai 101.3% untuk Dosis 1, 93.6% untuk Dosis 2, dan 35.99% untuk Dosis 3. "Per 6 Juni ini vaksinasi booster sudah mencapai angka 36,05%, jadi ada kenaikan sedikit," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama, Selasa (7/6).
Dijelaskan Cahya, terdapat sejumlah kendala untuk mengenjot peningkatan jumlah sasaran vaksinasi booster di Sleman. Kondisi yang sama kemungkinan juga terjadi di daerah lainnya. "Kendalanya karena booster sudah tidak menjadi prasyarat untuk suatu kegiatan. Ini salah satunya kendalanya," ujar Cahya.
Selain itu, lanjut dia, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 saat ini mulai menurun. Kondisi tersebut, katanya terjadi secara umum terutama bagi kelompok masyarakat yang memang menilai vaksinasi tersebut belum atau tidak wajib. "Jadi (vaksinasi) ini memang membutuhkan kesadaran bagi masyarakat [untuk divaksin]," katanya.
BACA JUGA: DPRD: Ironis, Kota Kogja Banyak Prestasi Tapi Terjerat Korupsi Perizinan
Faktor lain yang menyebabkan warga kurang antusias melakukan booster lantaran mereka sudah merasa cukup menerima vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Apalagi kelompok ini melihat kasus Covid-19 varian Omicron tidak seganas varian Delta. "Adanya anggapan ini yang membuat sebagian masyarakat menilai tidak booster pun tidak apa-apa," paprnya.
Cahya menampik, kebijakan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan menjadi salah satu pemicu orang enggan melakukan vaksinasi dosis ketiga. "Pelonggaran masker tidak berdampak secara langsung, karena kebijakan pelonggaran masker juga sudah sangat jelas hanya untuk di outdoor dan bagi yang betul-betul sehat," ujarnya.
Pasalnya, lanjut Cahya, sebelum kebijakan pelonggaran masker tersebut keluar ia menilai animo masyarakat terhadap booster juga tidak setinggi saat vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua. "Saat kegiatan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua itu menjadi prasyarat kegiatan-kegiatan tertentu, terutama perjalanan sedangkan booster tidak menjadi prasyarat untuk itu," ujarnya.
Dinkes Sleman pun berharap agar masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis lengkap (1 dan 2) untuk segera melakukan di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan. Baik puskesmas maupun rumah sakit. Sebab khasiat vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk mencegah risiko terburuk Covid-19. "Jadi tidak perlu pilih-pilih vaksin karena semua jenis memiliki khasiat yang sama," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan per 7 Juni terdapat 3 kasus baru yang dilaporkan terpapar Covid-19. "Kami tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan CITA MAS JAJAR (Cuci Tangan, Pakai Masker, Jaga Jarak), serta kurangi mobilitas dan hindari kerumunan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.