Program Perintis di Sleman Pangkas Waktu Balik Nama Tanah Jadi 10 Hari
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat Kulonprogo diminta waspada menghadapi sejumlah potensi bencana alam yang mungkin timbul di tengah cuaca yang tak menentu. Tak hanya antisipasi pohon tumbang, masyarakat pesisir juga diimbau berhati-hati bila sewaktu-waktu terjadi gelombang tinggi.
Pejabat (PJ) Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana menerangkan cuaca tidak menentu memang tengah melanda sejumlah wilayah, tidak hanya di Kulonprogo maupun DIY namun berbagai wilayah di Indonesia. Menghadapi situasi ini, Saktiyana meminta warga untuk melakukan mitigasi bencana mulai dari lingkungan sekitar.
"Bulan Juni ini mestinya sudah masuk bulan tidak hujan, namun curah hujan sekarang masih cukup tinggi disertai angin, barangkali disertai petir dan sebagainya. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan melakukan mitigasi di wilayahnya masing-masing," ujarnya pada Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA: Hore! Jokowi Putuskan Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Kuota Dibatasi
Saktiyana memisalkan, bila di samping kanan kiri rumahnya ada pohon yang besar apalagi pohon tua, ia meminta warga dapat melakukan pemangkasan. "Tidak perlu ditebang, tapi dilakukan pemangkasan agar supaya lebih aman ketika sewaktu-waktu terjadi angin dan hujan yang deras," terangnya.
Lebih lanjut Saktiyana menjelaskan bila tim BPBD Kulonprogo dapat melakukan pemangkasan pohon rawan di sejumlah fasilitas publik. Namun demikian, untuk menjangkau hingga ke pelosok-pelosok, keterlibatan warga diperlukan.
"Kalau untuk di tempat-tempat umum itu kita tentu bisa membantu dari BPBD, tapi sampai ke pelosok-pelosok desa tentu masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi, saling gotong royong untuk membantu tenaganya. Agar supaya pohon-pohon yang tinggi yang besar apalagi pohon yang tua ini bisa dikurangi dahan-dahannya," tandasnya.
Di sisi lain, Saktiyana juga mewanti-wanti masyarakat di pesisir Kulonprogo selama cuaca tidak menentu tengah terjadi. Ia meminta warga mengungsi atau melakukan evakuasi bila gelombang air laut tinggi. Ia juga meminta nelayan Kulonprogo berhati-hati saat melaut. "Kalau ada gelombang tinggi masyarakat bisa evakuasi atau mengungsi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
Harga minyak dunia menguat pada 21 Oktober 2026. Brent mencapai US$109,64 per barel di tengah ancaman pasokan Timur Tengah.
Buruh DIY memberi rapor merah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, menyoroti PHK, upah murah, outsourcing, dan tuntutan kenaikan upah minimum 50%.
Polisi menangkap pria berinisial JS di Boyolali setelah diduga melakukan pencurian dengan kekerasan di Ungaran. Korban mengalami luka pada paha kiri.
KPK mendalami dugaan konflik kepentingan dan suap dalam pengadaan BNPB, termasuk proyek yang diduga dimenangkan perusahaan terafiliasi istri tersangka.
KKMP Demangan memanfaatkan jaringan rumah kos anggota untuk memasarkan produk UMKM dan mengusulkan bantuan kendaraan guna memperluas usaha koperasi.