Advertisement

Sedih! PPDB 2022, SD di Bantul Ini Hanya Dapat 8 Siswa

Ujang Hasanudin
Rabu, 15 Juni 2022 - 17:47 WIB
Bhekti Suryani
Sedih! PPDB 2022, SD di Bantul Ini Hanya Dapat 8 Siswa Siswa kelas III SDN Bongsren sedang mengerjakan soal Ujian Akhir Sekolah, Rabu (15/6/2022). Tampak hanya empat siswa yang mengikuti ujian-Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Tidak semua sekolah negeri di Bantul yang mendapatkan banyak siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bongsren, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, yang hanya mendapatkan delapan siswa sampai masa PPDB berakhir Rabu (15/6/2022).

Kepala Sekolah SDN Bongsren, Jumari mengatakn delapan siswa pun yang baru menyerahkan berkas baru enam anak, “Sementara dua anak lainnya masih belum menyerahkan berkas,” kata Jumari, saat menerima kunjungan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan, Rabu (15/6/2022)

Jumari menjelaskan sedikitnya calon siswa yang mendaftar di SDN Bongsren bukan hanya tahun ini, namun sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Ia memaparkan sejumlah faktor yang kemungkinan mempengaruhi orang tua calon siswa enggan mendaftarkan anaknya di SDN tersebut, di antaranya adalah adanya kasus asusila pada 2015 lalu yang dilakukan salah satu guru SDN Bongsren.

“Menghilangkan stigma buruk masyarakat terkiat kasus asusila ini yang sangat sulit,” katanya. Selain itu rentang waktu 2015 sampai seterusnya beberapa guru malas-malasan dalam mengajar, terkadang ada yang datang terlambat, terkadang ada yang pulang sebelum waktunya selesai.

Namun guru-guru yang malas-malasan dalam mengajar itu diklaimnya sudah pada pensiun. Faktor lainnya yang mempengaruhi kemungkinan adanya sejumlah SD swasta yang cukup favorit di sekitar SDN Bongsren sehingga banyak orang tua yang menyekolahkan anak tersebut ke SD swasta yang favorit.

BACA JUGA: Penggunaan Gas Bumi lewat Jaringan Pipa Diperluas di Jogja, Ini Keunggulannya

Kemudian lingkungan SDN Bongsren hanya kecil atau sempit dan jauh dari perdukuhan lainnya sehingga orang tua lebih memilih memasukkan anaknya ke SD yang dekat dari tempat tinggalnya. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk membujuk calon orang tua siswa agar anaknya mendaftarkan di SDN yang dipimpinnya, salah satunya dengan memberikan bonus Rp100.000 kepada orang tua yang bersedia memasukkan anaknya sekolah ke SDN Bongsren. Namun nyatanya yang mendaftar tetap minim.

Lebih lanjut Jumari mengatakan saat ini total siswa di SDN Bongsren ini mencapai 38 siswa yang terdiri dari siswa kelas I sebanyak 10 anak, kelas II sejumlah empat anak, kelas III sebanyak empat anak, kelas IV sebanyak sembilan anak, kelas V sebanyak lima anak dan kelas VI yang saat ini lulus sebanyak lima anak.

Sementara jumlah gurunya delapan orang yang terdiri dari enam orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan dua lainnya non-PNS. Menurutnya, mengajar siswa dengan jumlah terbatas menjadi tantangan tersendiri karena terkadang jenuh karena yang diajar jumlah bisa dihitung dengan jari.

“Namun itu juga menjadi tantangan ketika muridnya sedikit harusnya hasil pembelajarannya akan lebih baik dibandingkan muridnya banyak. Satu kelas itu kan maksimal 28 murid, namun di SDN Bongsren ini paling banyak siswanya hanya di kelas I dengan 10 anak dan kelas IV dengan sembilan anak,” ujar Jumari.

Advertisement

Anggota Komisi D DPRD Bantul, Eko Sutrisno Aji mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi di SDN Bongsren yang jumlah siswanya sedikit, jauh dibawah jumlah standar satu rombongan belajar (Rombel) 28 siswa. Menurutnya, dengan jumlah siswa sedikit seharusnya menjadi tantangan untuk memaksimalkan proses belajar mengajar dalam mengejar prestasi bagi lulusan SDN Bongsren.

“Apabila banyak siswa dari SD Negeri Brongsen yang menghasilkan prestasi dan lulusannya banyak masuk SMP negeri, maka tidak menutup kemungkinan nantinya banyak orang tua yang tertarik untuk mendaftarkan anak-anaknya menimba ilmu di sekolah ini,” katanya.

Namun di sisi lain, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga akan mengupayakan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) agar melengkapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan gar siswa bisa nyaman dan semangat untuk belajar di sekolah tersebut.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erick Thohir: Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35 Persen

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement