Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir menghadiri kegiatan budaya di YIA pada Rabu (22/6/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong bandara di Indonesia, termasuk Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, menjadi etalase kebudayaan. Sudah digelar di sejumlah bandara, festival budaya di bandara diharapkan dapat memberi ruang bagi seniman dan budayawan serta membuka lapangan pekerjaan.
Menurut Erick, ide BUMN merajut kebudayaan telah diinisiasi sebelum Covid-19. Sayangnya agenda ini harus terhenti karena pandemi. Namun, seiring kebangkitan wisatawan, Erick meminta agenda-agenda kebudayaan di bandara kembali diadakan.
BACA JUGA: Desain Tol Jogja dari dari Maguwo hingga Tirtoadi Berubah, Ini Penjelasan Pemda
“Alhamdulilah ketika saya lihat di Bali, begitu para wisatawan sudah mulai kembali 70 persen, di Jakarta juga mulai kembali 70 persen dan di Jogja Ini sudah mulai kembali 60 persen, saya meminta para pengelola airport yang kebetulan di bawah BUMN untuk mengaktifkan kembali festival budaya. Supaya ide awal bahwa airport ini menjadi etalase kebudayaan kita, ini bisa kembali berjalan lagi,” tutur di YIA, Rabu (22/6/2022).
Di area dropzone kedatangan YIA, Erick disambut berbagai tari kesenian dan budayawan. Erick juga sempat mendengarkan langsung masukan para budayawan yang hadir di YIA.
Menurut Erick, festival kebudayaan di bandara dapat digelar dua kali dalam sepekan. Selain memberi ruang para seniman dan budayawan, festival budaya juga dapat membuka lapangan pekerjaan.
Walaupun festival yang digelar bukan besar-besaran, menurut Erick paling tidak kegiatan ini dapat terus menghidupkan budaya lokal setempat. Di sisi lain, ia berpandangan festival budaya di bandara juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya agar jangan sampai hilang.
“Berdasarkan riset, banyak sekali sekarang bahasa bahasa daerah di Indonesia mulai hilang, karena generasi mudanya tidak belajar lagi. Di sini kami coba maksimalkan airport menjadi festival budaya,” kata dia.
Erick mengharapkan komunitas-komunitas yang selama ini terdampak Covid-19, ekonominya dapat kembali lagi dan pembukaan lapangan kerja terasa lagi. Sejauh ini program festival kebudayaan di bandara ini telah berjalan di Bali, Jakarta dan Jogja.
BACA JUGA: Mahathir Mohamad Sebut Singapura dan Kepulauan Riau Milik Malaysia, Begini Pernyataannya
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyampaikan sejumlah pagelaran budaya telah dihelat di YIA pada akhir pekan. Para penampil diambil dari berbagai desa di DIY secara bergiliran. “Setiap Sabtu - Minggu ini secara rutin dari 72 desa di DIY itu bergiliran, menampilkan budayanya masing-masing. Kami ingin membuat bandara ini bisa menjadi etalase kebudayaan. Apalagi Jogja kota budaya,” ucap dia
“Jadi ini menjadi panggungnya para seniman, tidak hanya tari menari tetapi juga lukisan, batik, patung akan mendapatkan tempat khusus.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.