Setelah Brimob, TNI Siapkan Markas Baru 70 Hektare di Gunungkidul
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tren penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul kembali meningkat. Jumlah warga yang terjangkit di tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Rabu (6/7/2022), sudah ada 331 warga menderita DBD. Jumlah ini lebih banyak ketimbang di tahun lalu yang hanya 189 kasus.
BACA JUGA: Terseret Ombak Drini, Jasad Fajar Ditemukan di Pantai Krakal
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyakit DBD merupakan penyakit musiman yang marak saat penghujan. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegepty.
Menurut dia, tahun ini ada kecenderungan kenaikan karena jumlahnya lebih banyak ketimbang kasus di 2021. Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah warga terserang sebanyak 189 orang, sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah ada 331 orang yang terjangkit DBD, tiga di antaranya meninggal dunia.
“Riciannya, 192 kasus penderita laki-laki dan perempuan sebanyak 139 kasus,” kata Dewi, Rabu siang.
Meski ada kenaikan, tetapi dari sisi jumlah belum sebanyak seperti di 2020 lalu yang mencapai 975 kasus. “Mudah-mudahan bisa terkendali dan penambahannya tidak banyak,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyakit musiman seperti DBD atau leptospirosis erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Untuk itu, dia meminta masyarakat menjaga kebersihan serta terus menjalankan pola hidup sehat. “Upaya penanggulangan sangat butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Dewi menjelaskan, untuk pencegahan DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tahapan. Hal paling lazim dilaksanakan dengan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang kembang biak nyamuk. Selain itu, agar pencegahan dapat optimal harus ada satu orang pemantau jentik nyamuk.
“Kami akan terus lakukan sosialiasi dalam pencegahan agar penyakit DBD tidak terus bertambah,” katanya.
Kasus DBD di Gunungkidul
2019 :576 kasus
2020 :975 kasus
2021 :189 kasus
2022 :331 kasus*
*) Sampai 6 Juli 2022
Sumber: Dinas Kesehatan Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
Final Piala Dunia 2026: Duel guru-murid antara Luis de la Fuente (Spanyol) dan Lionel Scaloni (Argentina). Kisah instruktur dan mantan murid di panggung terbesa
Sudirman Said kembali diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah Petral periode 2008–2015. Ini merupakan pemeriksaan k
Penelitian terbaru dari Inggris mengungkap alasan perempuan dianggap lebih jago multitasking. Ternyata bukan karena kapasitas otak berbeda, melainkan kemampuan
Craig Gordon, kiper tertua di Piala Dunia 2026, resmi pensiun di usia 43 tahun. Perjalanan 22 tahun bersama Skotlandia berakhir dengan video perpisahan emosiona
6 kebiasaan sepele bikin mobil boros BBM: berkendara agresif, rem mendadak, ban kempis, dan jarang servis. Simak tips hemat bensin dari Hyundai!