Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tren penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul kembali meningkat. Jumlah warga yang terjangkit di tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Rabu (6/7/2022), sudah ada 331 warga menderita DBD. Jumlah ini lebih banyak ketimbang di tahun lalu yang hanya 189 kasus.
BACA JUGA: Terseret Ombak Drini, Jasad Fajar Ditemukan di Pantai Krakal
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyakit DBD merupakan penyakit musiman yang marak saat penghujan. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai potensi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegepty.
Menurut dia, tahun ini ada kecenderungan kenaikan karena jumlahnya lebih banyak ketimbang kasus di 2021. Sebagai gambaran, tahun lalu jumlah warga terserang sebanyak 189 orang, sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah ada 331 orang yang terjangkit DBD, tiga di antaranya meninggal dunia.
“Riciannya, 192 kasus penderita laki-laki dan perempuan sebanyak 139 kasus,” kata Dewi, Rabu siang.
Meski ada kenaikan, tetapi dari sisi jumlah belum sebanyak seperti di 2020 lalu yang mencapai 975 kasus. “Mudah-mudahan bisa terkendali dan penambahannya tidak banyak,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyakit musiman seperti DBD atau leptospirosis erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Untuk itu, dia meminta masyarakat menjaga kebersihan serta terus menjalankan pola hidup sehat. “Upaya penanggulangan sangat butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Dewi menjelaskan, untuk pencegahan DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tahapan. Hal paling lazim dilaksanakan dengan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang kembang biak nyamuk. Selain itu, agar pencegahan dapat optimal harus ada satu orang pemantau jentik nyamuk.
“Kami akan terus lakukan sosialiasi dalam pencegahan agar penyakit DBD tidak terus bertambah,” katanya.
Kasus DBD di Gunungkidul
2019 :576 kasus
2020 :975 kasus
2021 :189 kasus
2022 :331 kasus*
*) Sampai 6 Juli 2022
Sumber: Dinas Kesehatan Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dan kedatangannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 dari Palur tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.