Advertisement

Sejumlah Negara Prihatin Atas Penembakan Eks PM Jepang

Aprianto Cahyo Nugroho
Jum'at, 08 Juli 2022 - 14:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Sejumlah Negara Prihatin Atas Penembakan Eks PM Jepang Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat kampanye untuk kandidat anggota partainya dalam pemilihan Dewan Penasihat sebelum dia ditembak di Prefektur Nara, Jumat (8/7 - 2022). Yomiuri Shimbun

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah negara menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang terjadi hari ini, Jumat (8/7/2022).

Dilansir Bloomberg, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dirinya sangat sedih dan prihatin dengan penembakan tersebut. Sebelumnya, duta besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel mengatakan Abe adalah pemimpin yangluar biasa dan sekutu AS yang tak tergoyahkan.

Advertisement

“Pikiran kami, doa kami bersamanya, dengan keluarganya, dengan orang Jepang.” Ungkap Blinken di sela-sela Forum Menteri Luar Negeri Negara G20 di Bali, Jumat (8/7/2022).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi juga menyampaikan keprihatinan dan simpatinya, serta mendoakan agar Abe bisa segera pulih.

Baca juga: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mundur!

Pemerintah Jepang mengonfirmasi penembakan terhadap Abe. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa mantan PM Abe ditembak sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

"Seorang pria, yang diyakini sebagai penembak, telah ditahan. Kondisi mantan perdana menteri Abe saat ini tidak diketahui. Apapun alasannya, tindakan barbar seperti itu tidak akan pernah bisa ditoleransi, dan kami mengutuk keras itu," ungak Matsuno, seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan melalui Twitter bahwa Australia turut prihatin terhadap kejadian ini.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan dia percaya semua orang terkejut dan sedih mendengar insiden ini. Atas nama pemerintah Taiwan, ia juga ingin mengutuk keras tindakan tersebut.

"Mantan Perdana Menteri Abe bukan hanya teman baik saya, tetapi juga teman setia Taiwan. Dia telah mendukung Taiwan selama bertahun-tahun dan berusaha keras untuk mempromosikan kemajuan hubungan Taiwan-Jepang," ungkap Ing-wen.

Melansir NHK World dan Nikkei Asia pada Jumat (8/7/2022), para pejabat dari Partai Demokrat Liberal mengatakan bahwa Shinzo Abe diserang dari belakang dan senjata itu tampaknya adalah senapan.

Polisi telah menangkap pria berusia 40-an tersebut, karena diduga melakukan percobaan pembunuhan dan mengintrogasinya.

"Kami menyita pistol di lokasi yang tampaknya dipegang oleh pria itu," kata pihak kepolisian, Jumat (8/7/2022). 

Berdasarkan informasi yang beredar, suara tembakan pistol terdengar sebanyak dua kali. Menurut markas besar LDP, Abe telah dijadwalkan untuk mengunjungi prefektur Nara, Kyoto dan Saitama pada Jumat (8/7/2022) untuk mendukung kandidat majelis tinggi partai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bolehkah Vaksin Booster Sekaligus Imunisasi Campak? Begini Kata Dokter Anak

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Menengok Lava Bantal, Destinasi yang Dahulu Hanya Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

Wisata
| Jum'at, 27 Januari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement