Advertisement

Disdag Kota Jogja Dorong UMKM Naik Omzet, Begini Caranya

Media Digital
Senin, 11 Juli 2022 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
Disdag Kota Jogja Dorong UMKM Naik Omzet, Begini Caranya Sejumlah UMKM produk unggulan di Kota Jogja saat mendapat pendampingan dari Komisi B DPRD Kota Jogja belum lama ini - Dok. Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan omzet dengan sejumlah cara. Kenaikan omzet akan berimbas pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM.

Kepala Bidang Bimbingan Usaha, Promosi dan Kemitraan Perdagangan Disdag Kota Jogja, Benedict Cahyo Santosa menerangkan, indikator keberhasilan UMKM adalah dari sisi omzet. Saat ini pihaknya telah melakukan bimbingan terhadap ratusan UMKM produk unggulan di Jogja.

Advertisement

"Sekarang total binaan kami ada 480-an UKM yang sifatnya produk unggulan," kata Benedict, Senin (11/7/2022).

Menurutnya, dalam upaya peningkatan omzet UMKM ada sejumlah cara yang dilakukan. Diantaranya yakni dengan mengikutsertakan dalam berbagai bentuk pelatihan, memasukkan produk ke sejumlah toko berjejaring serta promosi produk dengan bergabung dengan pameran lokal dan nasional.

"Sampai sekarang sudah ada 12 UMKM dengan 16 produk yang masuk di toko modern," ujarnya.

Keikutsertaan UMKM dalam kegiatan pameran adalah salah satu upaya dalam peningkatan omzet. Disdag juga rutin memasukkan produk UMKM unggulan untuk dipromosikan di sejumlah pameran yang imannya lokal maupun nasional. Baru-baru ini puluhan UMKM diterjunkan di Jakarta Fair Kemayoran 2022.

"Ada 40 UMKM Kota Jogja di Jakarta Fair Kemayoran yang sudah berlangsung sejak 9 Juni sampai 17 Juli," ungkap dia.

Adapun jenis UMKM yang ikut serta itu terdiri dari berbagai jenis yakni kerajinan, kuliner, fesyen dan lain sebagainya. Sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara, keikutsertaan UMKM unggulan Jogja dalam Jakarta Fair Kemayoran sangat penting untuk peningkatan omzet.

"Kita memang memilih Jakarta Fair Kemayoran ini karena skalanya nasional dan tingkat retail penjualannya memang yang paling besar dibandingkan event yang lain," jelasnya.

Menurut Benedict, UMKM yang ikut serta dalam pameran itu diharuskan untuk membuat laporan omzet baik pada saat pameran maupun setelah pemeran berlangsung. Hal ini untuk bahan evaluasi bagi pihaknya untuk menentukan kebijakan yang tepat kepada pelaku UMKM.

"Yang paling penting adalah keberlanjutan penjualan produknya setelah mengikuti pameran," imbuhnya.

Kepala Seksi Bimbingan Usaha, Promosi dan Kemitraan Perdagangan Disdag Kota Jogja, Joko Prihandoko menyebut, pihaknya berharap keikutsertaan UMKM dalam pameran bisa meningkatkan omzet dan kesejahteraan pelaku UMKM. Pihaknya akan melakukan evaluasi dan pemantauan secara optimal guna memastikan keberlanjutan penjualan UMKM.

"Pada prinsipnya itu semoga bermanfaat bagi pelaku usaha UMKM dan meningkatkan omzetnya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Tapi kami juga mohon maaf karena belum bisa memfasilitasi semuanya akibat keterbatasan anggaran," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tolak Biaya Haji Naik, Buruh Bakal Demo Besar pada 6 Februari

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement