Garudayaksa FC Juara Pegadaian Championship, Ini Kata Pelatih Widodo
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo terus memantau sejumlah transmigran asal Kulonprogo yang berada Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Dari hasil pantauan, para transmigran di sana ternyata memerlukan bantuan pemasaran hasil pertanian untuk mengoptimalkan hasil panen.
Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Nur Wahyudi menerangkan timnya terus berupaya memantau perkembangan transmigran asal Bumi Binangun di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Timnya menemui tiga keluarga transmigran asal Kulonprogo yang berada di sana.
BACA JUGA: Pemural Pemalang Kebanjiran Order, Ini Sebabnya
Dari penuturan para transmigran, tanah pertanian yang disediakan untuk para transmigran subur dan cocok untuk berbagai jenis komoditas pertanian. "Selama ini masa penyesuaian diri, artinya mereka sudah mulai kerasan di sana. Cuma kondisinya tanahnya kalau ditanami itu hampir sama dengan di sini. Artinya semua tumbuhan, pisang, ketela bisa tumbuh, hasil panenanya bagus," kata dia, Jumat (15/7/2022).
Hasil pertanian tersebut, menurut Nur mampu menopang ekonomi para transmigran di Kulonprogo. Dengan lahan yang luas, hasil pertanian dinilai Nur mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran asal Kulonprogo.
"Sudah ada sedikit peningkatan [perekonomian transmigran] dari informasi yang kami terima. Walaupun belum tinggi, karena transmigrasi itu investasi jangka panjang. Dari sisi pertaniannya, katakanlah semua hasil bumi itu bisa ditanam," tuturnya.
Kendati demikian, Nur mendapati kendala pemasaran hasil pertanian yang dialami oleh para transmigran. Meski jalan yang ada sudah bagus, angkutan umum yang ada terbatas. "Kalau jalan sudah lumayan bagus juga, sudah ada akses ke pusat-pusat ekonomi. Cuma alat transportasinya yang kayaknya juga agak sulit juga. Seperti angkutan itu sulit juga, wong saya pas perjalanan kesana jarang menemui transportasi umum," tandasnya.
BACA JUGA: Tertipu Investasi yang Ditawarkan Terapis Syaraf, Warga Kulonprogo Rugi Puluhan Juta Rupiah
Dari segi bentuknya, Nur menuturkan kebanyakan para transmigran masih menjual hasil pertanian mentah yang belum diubah menjadi olahan. "Sementara belum, masih jual pisang dan empon-empon itu juga ada. Tetapi memang tadi dari sisi pemasaran yang agak kesulitan," tambahnya.
Mayoritas transmigran mengandalkan pasar rakyat sebagai target pemasaran utama hasil tani. Pasalnya pembeli yang datang langsung lahan terbilang jarang hanya pada waktu-waktu tertentu. "Ke pasar kemudian juga pembeli yang datang itu ada memang, tapi agak jauh memang pasarnya. Kalau pembeli yang datang itu tidak mesti, tidak tentu datangnya, karena juga lokasinya jauh sehingga mereka kesulitan," tuturnya.
Atas beberapa persoalan yang dialami transmigran khususnya terkait pemasaran hasil pertanian, Nur telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulawesi Tenggara. "Permasalahannya sudah kami sampaikan, mengusulkan kalau ada BUMDes itu sebenarnya bisa membantu. Tetapi ternyata BUMDes-nya di sana belum aktif," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.