Advertisement

Kawasan Pantai Bakal Ditata, Pokdarwis: Lalu Pedagang Harus Berjualan di Mana Lagi?

David Kurniawan
Senin, 18 Juli 2022 - 18:17 WIB
Arief Junianto
Kawasan Pantai Bakal Ditata, Pokdarwis: Lalu Pedagang Harus Berjualan di Mana Lagi? Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto saat meninjau dampak kerusakan akibat gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Indrayanti di Kapanewon Tepus, Sabtu (16/7/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Menyikapi soal penataan kawasan pantai menyusul adanya gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai Gunungkidul, Sabtu (16/7/2022) lalu, pengelola wisata mengaku sudah paham akan resikonya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Pulangsawal atau Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus, Hendro Pratopo mengatakan pedagang terpaksa berjualan di kawasan ini karena tidak ada lokasi lain untuk menjajakan barang dagangan yang dimiliki. Oleh karenanya, dia berharap sebelum ada penataan dilakukan kajian secara matang agar tidak menimbulkan masalah.

“Memang tidak boleh mendirikan bangunan di sempadan pantai, tapi pedagang mau berjualan di mana lagi,” katanya.

BACA JUGA: Pawai Alegoris “Harmony of Patirtan”

Selain itu, dia menegaskan para pedagang sudah paham tentang bahaya kawasan sempadan pantai. Pasalnya, saat terjadi gelombang tinggi dapat merusak apa yang ada di kawasan ini.

“Sudah paham dan suatu saat pasti akan terkena gelombang tinggi. Apalagi hampir terjadi setiap tahun, jadi sudah menjadi risiko pada saat ada kerusakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan program penataan kawasan pantai sudah dilakukan beberapa tahun lalu dengan sasaran di Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari.

Meski demikian, program ini belum tuntas karena pelaksanaan terhenti karena dampak dari pandemi Covid-19. “Baru akan dihidupkan lagi untuk tahun-tahun ke depan. Ini baru dalam proses perencanaan,” katanya, Senin.

Menurut dia, penataan membutuhkan kajian yang mendalam sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Oleh karenanya, untuk pelaksanaan belum menetapkan titik pantai mana yang akan dikerjakan. “Masih sebatas gambaran umum,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Arkeolog Temukan Gigi Berusia 1,8 Juta Tahun di Georgia

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement