Advertisement

Mengenal Candi Risan, Peninggalan Purbakala Penanda  Batas DIY dan JawaTengah

David Kurniawan
Selasa, 19 Juli 2022 - 13:17 WIB
Bhekti Suryani
Mengenal Candi Risan, Peninggalan Purbakala Penanda  Batas DIY dan JawaTengah Salah seorang pengendara motor sedang melintas di komplek Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (19/7/2022)-Harian Jogja - David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin menjadi salah satu peninggalan purbakala di Kabuapten Gunungkidul. Nama Risan disinyalir dari kata irisan dan sebagai penanda patok batas wilayah karena lokasinya berada di perbatasan DIY dengan Jawa Tengah.

Berdasarkan dari papan informasi yang dipasang di sekitara candi, benda purbakala ini diperkirakan dibangun di abad X-IX masehi. Di lokasi ini terdapat dua bangunan candi yang berada di lahan seluas 2.000 meter persegi.

Bangungan pertama berada di sisi utara dengan ukuran 13x13 meter. Struktur bangunan terlihat karena tumpukan batu dari bagian candi masih terlihat. Adapun Bangunan kedua berada di sisi selatan dan memiliki ukuran 11,5x11,5 meter. Namun, candi kedua ini strukturnya tidak terlihat dikarenakan hanya menyisakan denah berbentuk persegi.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Struktur bangunan didominasi jenis batu putih sehingga mudah rusak. Adapun corak dari bangunan merupakan peninggalan Candi Buddha. Hal ini diperkuat dengan ditemukan arca Budha Avalokitesvara.

Toko masyarakat Candirejo, Joko Haryono mengatakan, tak ada yang tahu persis berkaitan dengan asal usul penamaan candi. Meski demikian, masyarakat setempat percaya penamaan berasal dari kata Irisan. Hal ini tak lepas dari letak candi yang berada di wilayah perbatasan Jateng-DIY.

“Risan dikenal dari irisan wilayah sehingga menjadi batas wilayah. Sebelah Selatan masuk Gunungkidul, sedangkan utara wilayahnya Jawa Tengah,” katanya, Selasa (29/7/2022).

BACA JUGA: Kekayaan Elon Musk Tembus US$220 Miliar, Masih Paling Tajir

Meski demikian, ia tidak bisa memastikan penamaan ini karena ada versi lain terkait dengan penyebutan. “Ada yang bilang bahwa dulu ditunggu oleh Mbah Risang. Untuk versi mana yang benar, juga kurang tahu,” katanya.

Menurut dia, candi bercorak Budha. Di 1982 lalu, arca Budha Avalokitesvara sempat dicuri dan diketemukan di Singapura. Benda ini sudah diamankan dan sekarang disimpan di BPCB DIY.

Advertisement

Joko tidak menampik sudah ada yang berkunjung, namun jumlahnya masih belum banyak seperti candi-candi lain di wilayah DIY. “Selain berkunjung biasa, juga ada yang menjalani ritual di candi ini,” katanya. (David Kurniawan)

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bercuit Soal Pungutan Cek Fisik Kendaraan, Soleh Solihun Malah Didatangi Polisi

News
| Rabu, 28 September 2022, 02:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement