Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Salah seorang pengendara motor sedang melintas di komplek Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (19/7/2022)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Candi Risan di Kalurahan Candirejo, Semin menjadi salah satu peninggalan purbakala di Kabuapten Gunungkidul. Nama Risan disinyalir dari kata irisan dan sebagai penanda patok batas wilayah karena lokasinya berada di perbatasan DIY dengan Jawa Tengah.
Berdasarkan dari papan informasi yang dipasang di sekitara candi, benda purbakala ini diperkirakan dibangun di abad X-IX masehi. Di lokasi ini terdapat dua bangunan candi yang berada di lahan seluas 2.000 meter persegi.
Bangungan pertama berada di sisi utara dengan ukuran 13x13 meter. Struktur bangunan terlihat karena tumpukan batu dari bagian candi masih terlihat. Adapun Bangunan kedua berada di sisi selatan dan memiliki ukuran 11,5x11,5 meter. Namun, candi kedua ini strukturnya tidak terlihat dikarenakan hanya menyisakan denah berbentuk persegi.
Struktur bangunan didominasi jenis batu putih sehingga mudah rusak. Adapun corak dari bangunan merupakan peninggalan Candi Buddha. Hal ini diperkuat dengan ditemukan arca Budha Avalokitesvara.
Toko masyarakat Candirejo, Joko Haryono mengatakan, tak ada yang tahu persis berkaitan dengan asal usul penamaan candi. Meski demikian, masyarakat setempat percaya penamaan berasal dari kata Irisan. Hal ini tak lepas dari letak candi yang berada di wilayah perbatasan Jateng-DIY.
“Risan dikenal dari irisan wilayah sehingga menjadi batas wilayah. Sebelah Selatan masuk Gunungkidul, sedangkan utara wilayahnya Jawa Tengah,” katanya, Selasa (29/7/2022).
BACA JUGA: Kekayaan Elon Musk Tembus US$220 Miliar, Masih Paling Tajir
Meski demikian, ia tidak bisa memastikan penamaan ini karena ada versi lain terkait dengan penyebutan. “Ada yang bilang bahwa dulu ditunggu oleh Mbah Risang. Untuk versi mana yang benar, juga kurang tahu,” katanya.
Menurut dia, candi bercorak Budha. Di 1982 lalu, arca Budha Avalokitesvara sempat dicuri dan diketemukan di Singapura. Benda ini sudah diamankan dan sekarang disimpan di BPCB DIY.
Joko tidak menampik sudah ada yang berkunjung, namun jumlahnya masih belum banyak seperti candi-candi lain di wilayah DIY. “Selain berkunjung biasa, juga ada yang menjalani ritual di candi ini,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.
Perkembangan AI dinilai harus tetap berpijak pada martabat manusia, kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab.
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global.
Sekolah di Jogja memperkuat literasi, numerasi, dan STEM berbasis PISA untuk meningkatkan daya kritis, kreativitas, dan kemampuan siswa.
Tim SAR mengerahkan helikopter HR-3604 untuk memperluas pencarian delapan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda.