Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menunjukkan alat pemilah sampah hasil skripsi mahasiswa di Bantul Creative Expo, Jumat (22/7/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL -- Universitas Proklamasi 45 bekerja sama dengan Pemkab Bantul terkait dengan pengembangan teknologi pengolahan sampah. Dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi beban di TPST Piyungan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menjelaskan teknologi yang telah ditawarkan salah satunya Pirolisis. "Sampah itu diolah menjadi energi atau waste to energy management," ujarnya, Jumat (22/7/2022).
Pirolisis bekerja dengan melelehkan sampah dengan suhu tinggi, lalu dimasukkan ke dalam kondensor dan didinginkan. "Untuk sampah organik bisa menjadi asap cair sementara yang anorganik bisa menjadi minyak yang bisa berfungsi sebagai bahan bakar," katanya.
BACA JUGA: Parangtritis Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Malam, Begini Konsepnya
Asap hasil pembakaran tersebut masih bisa dimanfaatkan lagi untuk gas dan bahan bakar genset, seingga tidak ada energi yang terbuang dalam satu proses. Mesin ini bisa memilah sendiri sampah yang dimasukkan baik organik maupun anorganik, dengan hasil yang bisa memisah sendiri. "Organik, anorganik, residu, bisa masuk dalam satu mesin," ungkapnya.
Mesin ini sudah mendapatkan izin produksi dan mendapat pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini Pirolisis juga sudah dioperasikan di Bantul dengan daya tampung 2 ton sampah per hari.
Selain itu ada dua teknologi lainnya yang saat ini tengah dikembangkan yakni Super Komposter, alat yang bisa memproduksi kompos dalam waktu kurang dari lima jam. "Ada juga alat pemilah sampah multilyer yang merupakan hasil skripsi mahasiswa," ungkapnya.
Selain beberapa alat tersebut, UP 45 juga menerjunkan sebanyak 50 mahasiswa KKN untuk membantu pengolahan sampah khususnya di wilayah Kalurahan Parangtritis dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.