Advertisement

Inovatif! Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 Bikin Alat Pengubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Lugas Subarkah
Sabtu, 23 Juli 2022 - 07:57 WIB
Arief Junianto
Inovatif! Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 Bikin Alat Pengubah Sampah Jadi Bahan Bakar Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menunjukkan alat pemilah sampah hasil skripsi mahasiswa di Bantul Creative Expo, Jumat (22/7/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL -- Universitas Proklamasi 45 bekerja sama dengan Pemkab Bantul terkait dengan pengembangan teknologi pengolahan sampah. Dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi beban di TPST Piyungan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menjelaskan teknologi yang telah ditawarkan salah satunya Pirolisis. "Sampah itu diolah menjadi energi atau waste to energy management," ujarnya, Jumat (22/7/2022).

Pirolisis bekerja dengan melelehkan sampah dengan suhu tinggi, lalu dimasukkan ke dalam kondensor dan didinginkan. "Untuk sampah organik bisa menjadi asap cair sementara yang anorganik bisa menjadi minyak yang bisa berfungsi sebagai bahan bakar," katanya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Parangtritis Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Malam, Begini Konsepnya

Asap hasil pembakaran tersebut masih bisa dimanfaatkan lagi untuk gas dan bahan bakar genset, seingga tidak ada energi yang terbuang dalam satu proses. Mesin ini bisa memilah sendiri sampah yang dimasukkan baik organik maupun anorganik, dengan hasil yang bisa memisah sendiri. "Organik, anorganik, residu, bisa masuk dalam satu mesin," ungkapnya.

Mesin ini sudah mendapatkan izin produksi dan mendapat pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini Pirolisis juga sudah dioperasikan di Bantul dengan daya tampung 2 ton sampah per hari.

Selain itu ada dua teknologi lainnya yang saat ini tengah dikembangkan yakni Super Komposter, alat yang bisa memproduksi kompos dalam waktu kurang dari lima jam. "Ada juga alat pemilah sampah multilyer yang merupakan hasil skripsi mahasiswa," ungkapnya.

Selain beberapa alat tersebut, UP 45 juga menerjunkan sebanyak 50 mahasiswa KKN untuk membantu pengolahan sampah khususnya di wilayah Kalurahan Parangtritis dan sekitarnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement